PeranIndonesia di Era Global melalui model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) melalui setting kooperatif tipe Team Games Tournament (TGT) pada siswa kelas VI, (2) respon guru dan siswa kelas VI terhadap pembelajaran materi Peran Indonesia di Era Global, (3) kesulitan-kesulitan yang dialami siswa kelas VI dalam ketuntasan pelajaran
Globalisasi berarti adanya hubungan antarnegara yang makin erat. Dalam era global semua Negara di dunia dapat saling berhubungan atau berinteraksi untuk mencapai tujuan tertentu. Di dalam era globalisasi, bangsa Indonesia turut mengambil peranan. Bangsa Indonesia diharapkan mampu bersaing dengan bangsa-bangsa lain di era global. Peranan Indonesia di era globalisasi adalah menjalin hubungan kerja sama dengan negara-negara lain. Indonesia di era global dapat berperan baik di bidang ekonomi, sosial, budaya maupun di bidang politik dan keamanan serta lingkungan hidup. Indonesia sebagai satu negara yang tidak terlepas dari pengaruh globalisasi harus memanfaatkan untuk menawarkan barang dan jasa serta budaya. Selain itu meningkatkan kualitas sumber daya manusia agar dapat menghasilkan barangbarang yang berkualitas dan mampu bersaing dengan negara-negara lain. Ada beberapa tujuan yang hendak dicapai oleh negara dalam bekerja sama antara lain meningkatkan perekonomian negara, dan mempererat dan memperkukuh persahabatan antar negara. 1. Bidang Ekonomi Bidang ekonomi meliputi berbagai kegiatan, seperti perdagangan, produksi, dan investasi. Beberapa peran yang dilakukan Indonesia dalam bidang ekonomi, antara lain sebagai berikut. a. Kegiatan Perdagangan Indonesia telah lama menjalin hubungan dagang dengan negara lain Hubungan dagang dilakukan secara bilateral yang dilakukan oleh dua negara dan regional dengan melibatkan beberapa negara di kawasan, seperti ASEAN. Contoh Indonesia mengadakan hubungan dagang dengan Korea Selatan. Indonesia dengan megara-negara Asia tenggara mengadakan perjanjian perdagangan bebas di Asia Tenggara atau Asean Free Trade Area AFTA. Indonesia juga aktif di tingkat dunia. Indonesia termasuk dalah satu anggota organisasi perdagangan dunia atau World Trade Organization WTO. Dengan menjadi anggota WTO, berarti Indonesia dapat lebih berperan dalam perdagangan dunia. b. Kegiatan Produksi Dalam kegiatan produksi Indonesia juga telah lama melakukan kerja sama di sektor produksi. Beberapa contoh kerjasam dalam bidang produksi antara lain sebagai berikut Indonesia menjadi salah satu anggota negara-negara pengekspor minyak atau Organization Petroleum Exporting Countries OPEC. OPEC didirikan untuk mengatur produksi dan pemasaran minyak para anggotanya. Indonesia bersama-sama negara anggota ASEAN mendirikan pabrik mesin diesel di Singapura dan pabrik abu soda di Thailand. c. Kegiatan Investasi Indonesia telah memberi izin kepada perusahaan asing untuk melakukan usaha di Indonesia. Misal Indonesia memberi kesempatan kepada PT Caltex untuk melaksanakan penambangan minyak bumi di Indonesia. Di sisi lain, Indonesia juga melakukan investasi di negara lain. Misal, PT Pertamina telah melakukan penambangan minyak bumi di Arab Saudi dan Kuwait. Negara asing atau investor asing yang menanamkan modalnya di Indonesia memiliki banyak alasan. Beberapa alasan dan pertimbangan berdirinya perusahaan asing di Indonesia adalah tersedianya tenaga kerja yang murah, tersedianya bahan baku, letak Indonesia yang strategis, pajak dan harga tanah yang rendah. 2. Bidang Sosial Di era global, peran Indonesia di bidang sosial telah melakukan beberapa kegiatan, antara lain dalam bidang pendidikan dan kesehatan seperti contoh di bawah ini Indonesia sering melakukan pertukaran pelajar dan mahasiswa dengan negara lain. Banyak para pelajar dan mahasiswa Indonesia yang belajar ke luar negeri. Seperti ke Belanda, Amerika Serikat, Jerman, Jepang, dan Australia. Sebaliknya, banyak pelajar dan mahasiswa luar negeri yang belajar di Idonesia. Indonesia memberikan bantuan kemanusiaan kepada negaranegara yang sedang dilanda bencana atau konflik. Misal, Timor Leste ketika dilanda konflik dan kerusuhan, Indonesia mengirimkan bantuan pangan untuk para pengungsi Pada saat wabah flu burung melanda Indonesia, Indonesia saling tukar informasi dengan negara lain. Indonesia dan beberapa negara lain melakukan upaya untuk menangkal menyebarnya virus flu burung. 3. Bidang Budaya Indonesia memiliki banyak ragam budaya, seperti rumah adat, tarian daerah, upacara tradisional dan sebagainya. Budaya merupakan salah satu kekayaan negara. Banyak wisatawan asing yang berkunjung ke Indonesia. Mereka tertarik dengan budaya Indonesia. Semua ini menjadi salah satu wisata Indonesia. Dengan pesatnya alat transportasi dan komunikasi, mempermudah untuk melakukan promosi. Hal tersebut, mendorong masyarakat luar negeri berkunjung ke Indonesia. 4. Bidang Politik dan Keamanan Di samping di bidang-bidang seperti tersebut di atas, di era global Indonesia juga bisa berperan di bidang politik dan keamanan. Hubungan politik Indonsia dengan negera-negara lain sangat erat. Hal ini dibuktikan dengan saling menempatkan duta besar di setiap negara Misalnya, Indonesia menempatkan duta besarnya di Australia, demikian Australia menempatkan duta besarnya di Indonesia. Dengan adanya hubungan diplomatik, juga terjalin terwujud kegiatan lain. Misal, pada saat Kamboja dilanda pertikaian politik perebutan kekuasaan antarfraksi yang bertikai, Indonesia menjadi fasiltator pertemuan bagi pihak-pihak yan bertikai tersebut. Sebaliknya, ketika Indonesia berIangsung Pemilu, banyak orang asing dan oganisasi intemasional yang memantau pelaksanaan pemilu. Sejak Indonesia menjadi anggota PBB, Indonesia ikut aktif mengirimkan bantuan pasukan keamanan di bawah bendera PBB. pasukan Indonesia yang dikirim untuk misi perdamaian ini terkenal dengan sebutan Pasukan Garuda. Contohnya, Indonesia mengirim Pasukan Garuda XII ke Kamboja. 5. Bidang Lingkungan Hidup Indonesia memiliki hutan yang luas. Kawasan hutan Indonesia ditetapkan sebagai paru-paru dunia. Namun, setiap tahun luas hutan di Indonesia selalu berkurang. Hal ini dikarenakan adanya penebangan liar dan pembakaran hutan. Indonesia mendapat kritikan dan protes dari negara-negara lain dan organisasi internasional. Oleh karena itu, pemerintah melalui aparatnya akan menangkap dan mengusut tuntas para penebang liar dan pembakaran tersebut. Selain itu, pemerintah bersama masyarakat juga mulai melakukan penanaman kembali reboisasi hutan-hutan yang gundul.
WartaEkonomi, Jakarta -. Menteri Luar Negeri China, Wang Yi, mengatakan, Amerika Serikat (AS) telah menjadi "perusak terbesar" stabilitas dan perdamaian regional di Selat Taiwan. Kunjungan Ketua House of Representative AS Nancy Pelosi ke Taiwan telah meningkatkan ketegangan Beijing dan Washington. "Tindakan Pelosi telah membuktikan bahwa
Sejumlah Upaya bakal Menghadapi Globalisasi Sosiologi Papan bawah 9 Artikel ini menjelaskan tentang segala yang harus kita bagi dalam menghadapi globalisasi yang terjadi. — Pastinya kalian tahu jikalau globalisasi adalah fenomena yang tidak bisa dihindari. Kesejagatan hinggap seiring dengan pesatnya laju perkembangan ilmu pengetahuan. Kesejagatan mempengaruhi berbagai aspek, start berpunca teknologi komunikasi dan informasi, ekonomi, sosial, budaya, bahasa, dan masih banyak lainnya. Sreg artikel ini, kita akan telaah beberapa upaya bikin menghadapi kesejagatan dalam memperkokoh spirit kewarganegaraan kita. Globalisasi membawa dampak positif dan merusak lega umur bermasyarakat dan bernegara. Pada setiap aspek yang tergerak makanya rotasi globalisasi, selalu memunculkan kedua dampak tersebut, baik secara riil maupun destruktif. Lalu, upaya apa yang harus dilakukan maka dari itu negara juga kita sebagai masyarakat intern menghadapi dan menyikapi dampak-dampak globalisasi dengan baik? Baca juga Dampak aktual dan negatif globalisasi ekonomi dan sosial budaya Globalisasi faktanya mengirimkan dampak nan samudra untuk hayat kelompok masyarakat juga pada setiap cucu adam. Kenapa bisa begitu? Karena di era kesejagatan seperti masa ini, seorang taruna seperti mana kalian dapat dengan mudah mengakses berita-berita, irama, bioskop, dan gaya hidup masyarakat di negara lain melalui internet. Percepatan dan keterusterangan revolusi informasi inilah yang kemudian mengubah gaya hidup dan mandu pandang seseorang. Globalisasi membawa masyarakat pada keadaan culture shock ataupun gegar budaya, di mana publik dalam kejadian tidak siap atau terkejut dengan kebudayaan yunior yang turut di kehidupan sehari-tahun mereka. Akibatnya, aturan-kebiasaan dan norma-norma lama yang berlaku berangkat seput karena masuknya budaya asing. Ada beberapa hal ataupun upaya yang bisa kita lakukan sebagai remaja privat menghadapi globalisasi. Aksi ajakan menganakemaskan produk-produk tempatan Sumber 1. Menyayangi produk n domestik negeri Mencintai komoditas dalam negeri adalah sikap nan bisa dikembangkan kerjakan menjauhi gaya semangat ala Barat yang berlebihan. 2. Menapis budaya luar sesuai dengan panduan nilai, norma, dan leluri lokal Bagi menghadapi globalisasi dan kemajemukan budaya, semua individu harus bisa menyaring tamadun luar sesuai dengan kultur tempatan. 3. Memahami nilai-angka kebangsaan dan pancasila dengan baik Cinta akan nilai-nilai pancasila akan kontributif kita untuk teguh memuliakan budaya Indonesia meski sudah banyak budaya asing nan masuk ke kehidupan sehari-hari kita. Sangat apakah sahaja kita doang yang harus berupaya menghadapi distribusi globalisasi? Hmm tentunya tidak, karena negara dengan pemerintahannya pun turut bertanggung jawab. Cak semau beberapa keadaan nan harus jadi perhatian pemerintah nih. Teladan usaha mikro Perigi Baca pun Faktor Kerumahtanggaan dan Eksternal Penyebab Perubahan Sosial 4. Meningkatkan muslihat potensi nasional Dengan sumber muslihat bendera dan manusia nan subur, sudah seharusnya negara kita menjadi negara yang produktif memenuhi segala kebutuhannya secara mandiri. Tentunya dengan kualitas sumber daya bani adam yang mampu mendidik sendang taktik alam nan kita miliki, tak lagi bergantung plong pihak luar. 5. Memasukkan kemajuan teknologi internal pembangunan Contohnya dengan menyediakan jaringan informasi yang merintih berbagai pihak, berangkat dari pemerintah, BUMN, pula swasta baik semenjak kerumahtanggaan maupun luar daerah. Tujuannya cak bagi meningkatkan daya gigi asu produk dalam negeri kita. 6. Meningkatkan ekspansi usaha mikro Indonesia mempunyai potensi dan kekuatan lega ranah usaha mikro. Manuver-manuver mikro memiliki beberapa keunggulan, seperti menjadi penyedia barang-barang murah bagi rumah tangga maupun ekspor, efisiensi dan fleksibilitas yang tinggi, nyawa kampanye janjang, daya laba yang tinggi, serta kemampuan pengembalian pinjaman nan janjang. 7. Memanfaatkan forum-forum kerja sama Alam semesta Tujuannya guna memperdalam kerja sama untuk saling menguntungkan, menolak proses globalisasi bursa dan pemodalan, serta kolaborasi ekonomi dan teknologi. Mutakadim jelaskan masa ini barang apa yang harus kalian lakukan? Ya, mencintai produk-produk dalam negeri adalah keseleo satu prinsip terlambat yang bisa kalian bakal, andai upaya menghadapi kesejagatan. Dengan begitu kita bisa membantu pemerintah untuk memperkokoh roh kebangsaan kita. Tapi kalian jangan lupa, ilmu pengetahuan kalian juga harus terus meningkat. Bagaimana caranya? Kalian dapat belajar melalui aplikasi Ruangguru. Dengan produk ruangbelajar, kalian dapat belajar dengan praktis, efektif, dan efisien. Membiasakan bisa di mana saja, dan kapanpun kalian mood. Kaprikornus, jangan sampai mantra pesiaran kalian segitu-gitu aja, malar-malar di era globalisasi seperti mana ini. Referensi Setiawan, Iwan, Retno Kuning Dewi Pusparatri, Suciati, dan Ach. Mushlih. 2022. Ilmu Pengetahuan Sosial lakukan SMP/MTS Kelas IX. Jakarta Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Sumber Foto Invitasi bagi mencintai komoditas lokal. Tautan Pengrajin usaha mikro. Tautan Fahri Abdillah Tertarik dengan isu pendidikan, literasi wahana, dan budaya. Suka jalan-jalan ke medan baru, fotografi, dan menulis.
Dantidak dapat dipungkiri bahwa masih ada beberapa bentuk kejahatan yang justru diperbolehkan untuk dilakukan. Kanibalisme merupakan sebuah tindakan atau praktek dimana seorang manusia mengkonsumsi daging atau organ tubuh manusia lainnya. Dan seseorang yang melakukan tindakan atau praktek tersebut bisa disebut dengan kanibal.
Beberapa tindakan di era global - Pertanyaan!Beberapa tindakan di era global 1. Menjaga keutuhan NKRI 2. Melakukan demonstrasi anarkis 3. Mencintai produk dalam negeri 4. Memupuk budaya hedonisme. Upaya menghadapi globalisasi untuk memperkokoh kehidupan bangsa Indonesia ditunjukkan dengan nomora. 1 dan 2b. 2 dan 3c. 3 dan 4d. 1 dan 3Jawaban yang tepat adalah d. 1 dan 3Upaya menghadapi globalisasi untuk memperkokoh kehidupan bangsa Indonesia yang ditunjukkan dengan nomor tersebut adalahd. 1 dan 3Menjaga keutuhan NKRI adalah tindakan yang penting dalam menghadapi globalisasi. Dalam era globalisasi, adanya ancaman terhadap keutuhan negara dapat datang dari berbagai arah, seperti pengaruh ideologi asing, separatisme, dan perpecahan sosial. Oleh karena itu, menjaga keutuhan NKRI merupakan salah satu upaya penting dalam menghadapi produk dalam negeri juga merupakan upaya penting dalam menghadapi globalisasi. Dalam era globalisasi, produk dari luar negeri dapat dengan mudah masuk ke pasar domestik, yang dapat mengancam keberlangsungan industri dalam negeri. Dengan mencintai dan mendukung produk dalam negeri, dapat memperkuat ekonomi domestik dan melindungi kepentingan bangsa demikian, jawaban yang tepat adalah d. 1 dan menjaga keutuhan NKRI adalah upaya yang penting dalam menghadapi globalisasi. Globalisasi membawa pengaruh dari berbagai aspek, termasuk ideologi, budaya, dan ekonomi dari luar negeri. Dalam proses ini, terdapat kemungkinan munculnya ancaman terhadap keutuhan negara, seperti pengaruh ideologi yang bertentangan dengan nilai-nilai Pancasila, separatisme, dan perpecahan menghadapi globalisasi, menjaga keutuhan NKRI menjadi prioritas. Hal ini mencakup upaya untuk mempertahankan persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia, menjaga keberagaman yang ada, serta mencegah terjadinya perpecahan dan konflik yang dapat merusak stabilitas negara. Dalam konteks ini, tindakan seperti memperkuat semangat kebangsaan, mempromosikan persatuan, serta memperkuat lembaga-lembaga negara dan hukum menjadi sangat itu, mencintai produk dalam negeri juga merupakan upaya yang signifikan dalam menghadapi globalisasi. Dalam era globalisasi, produk dari luar negeri mudah masuk ke pasar domestik. Hal ini dapat berdampak negatif pada industri dalam negeri, seperti kehilangan pangsa pasar, penurunan produksi, dan hilangnya lapangan kerja. Dengan mencintai dan mendukung produk dalam negeri, seperti membeli produk lokal, mengapresiasi keunikan dan kualitas produk dalam negeri, serta memberikan dukungan terhadap industri dalam negeri, kita dapat memperkuat ekonomi domestik dan melindungi kepentingan demikian, menjaga keutuhan NKRI dan mencintai produk dalam negeri adalah dua tindakan yang penting dalam menghadapi globalisasi. Keduanya memiliki peran yang saling melengkapi dalam memperkokoh kehidupan bangsa Indonesia di tengah arus globalisasi yang semakin global saat ini dapat mencakup beberapa hal berikutPandemi COVID-19 Pandemi global ini telah mengganggu kehidupan dan perekonomian di seluruh dunia, mempengaruhi kesehatan masyarakat, mobilitas, dan kerja sama iklim Perubahan iklim menjadi tantangan serius yang mempengaruhi ekosistem global, kesehatan manusia, dan keberlanjutan lingkungan. Peningkatan suhu rata-rata bumi, cuaca ekstrem, dan kenaikan permukaan air laut adalah beberapa contoh dampak yang dapat ekonomi Ketimpangan ekonomi global menjadi isu yang mendesak, dengan kesenjangan yang semakin melebar antara negara-negara maju dan berkembang, serta dalam masyarakat di dan keamanan Konflik bersenjata, terorisme, perang saudara, dan upaya destabilisasi politik merupakan tantangan global yang berkelanjutan, mengancam keamanan dan stabilitas di banyak Indonesia di era globalisasi dapat mencakup beberapa aspek berikutEkonomi Indonesia sebagai negara dengan populasi besar dan ekonomi berkembang memiliki peran penting dalam perekonomian global. Indonesia dapat berperan sebagai pasar yang menarik bagi investasi, serta berkontribusi dalam perdagangan regional dan internasional Indonesia aktif berperan dalam kerjasama regional seperti ASEAN Association of Southeast Asian Nations dan berpartisipasi dalam organisasi internasional seperti PBB Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk mencari solusi bersama terhadap isu-isu lingkungan Indonesia memiliki keanekaragaman hayati yang tinggi dan sumber daya alam yang berlimpah. Negara ini dapat berperan dalam melindungi lingkungan dan mengambil langkah-langkah untuk keberlanjutan, termasuk dalam pengelolaan hutan, mitigasi perubahan iklim, dan energi menghadapi era globalisasi, beberapa langkah yang dapat kita lakukan meliputiPendidikan dan peningkatan keterampilan Memperoleh pendidikan yang berkualitas dan meningkatkan keterampilan sesuai dengan kebutuhan global adalah penting dalam menghadapi persaingan di pasar kerja keragaman dan inklusi Menghargai keragaman budaya, agama, dan etnis serta mendorong inklusi sosial adalah langkah penting dalam membangun masyarakat yang harmonis dalam era dan adaptasi Mengembangkan inovasi, teknologi, dan kemampuan adaptasi terhadap perubahan adalah kunci untuk menghadapi tantangan dan peluang yang muncul dalam era hidup masyarakat Indonesia pada era global saat ini dapat beragam, tergantung pada faktor sosial, ekonomi, dan demografis. Namun, beberapa tren yang dapat diamati antara lainPenggunaan teknologi dan internet Masyarakat Indonesia semakin terhubung dengan kemajuan teknologi dan internet. Penggunaan media sosial, e-commerce, dan aplikasi digital telah menjadi bagian penting dalam kehidupan konsumsi produk global Globalisasi membawa masuknya berbagai produk dan merek global ke pasar Indonesia. Masyarakat Indonesia semakin mengadopsi gaya hidup konsumsi yang dipengaruhi oleh produk luar lingkungan dan keberlanjutan Kesadaran akan isu lingkungan dan keberlanjutan semakin meningkat di kalangan masyarakat Indonesia. Ada kecenderungan untuk mengadopsi praktik yang ramah lingkungan, seperti penggunaan produk organik, daur ulang, dan energi Indonesia yang memiliki keragaman budaya dan agama juga tercermin dalam gaya hidup masyarakat. Adanya toleransi antaragama, perayaan festival dan tradisi lokal, serta penghormatan terhadap keberagaman menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari di era global saat artikel kali ini di motorcomcom jangan lupa simak artikel menarik lainnya disini.
Search Makalah Tentang Covid 19 Terhadap Pendidikan. Disease 2019 (Covid-19) Maka dalam penulisan skripsi ini, yang akan penulis teliti adalah kesadaran masyarakat tentang pentingnya kelanjutan pendidikan bagi anak-anak, yaitu khususnya masyarakat petani yang ada di desa Bontongan Kec risalah jenis ini adalah yang paling acap kali di Pada tahun 2020 ini, dunia diguncangkan oleh munculnya
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas. Globalisasi adalah sebuah istilah yang memiliki hubungan dengan peningkatan keterkaitan antar bangsa dan antar manusia di seluruh dunia melalui perdagangan, investasi, perjalanan, budaya popular, dan bentuk-bentuk interaksi yang lain. Dalam globalisasi, terdapat dampak positif dan negatif. Dampak positif globalisasi adalah adanya kemudahan informasai dan arus barang antar negara dan wilayah. Selain itu, globalisasi juga akan mendorong laju pertumbuhan dan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Namun, globalisasi juga dapat membawa dampak negatif dalam kehidupan bangsa dan sangat berpengaruh terhadap penerapan unsur-unsur jati diri bangsa. Adanya pertentangan antara nilai-nilai dari dalam diri bangsa Indonesia dengan nilai-nilai yang dibawa dari luar akan membawa konflik terhadap ideologi bangsa Indonesia. Ideologi bangsa Indonesia adalah pancasila, dimana pancasila lah yang menjadi dasar bagi bangsa dan negara Indonesia. Setiap sila-sila pancasila sendiri memiliki makna khusus yang terkandung didalamnya, yaituSila pertamaAdanya kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa sebagai pencipta segala untuk memeluk agama dan kepercayaannya keduaPengakuan terhadap harkat dan martabat manusia dengan segala hak dan perlakuan adilManusia sebagai makhluk beradab dan berbudayaSila ketigaPengakuan terhadap persatuan bangsa IndonesiaCinta dan bangga akan Negara IndonesiaSila keempatKedaulatan ada di tangan rakyatNegara adalah untuk kepentingan rakyatKeputusan diambil berdasarkan keputusan bersamaSila kelimaPerwujudan keadilan sosialKeseimbangan antara hak dan kewajibanCita-cita masyarakat adil dan makmur yang merata bagi seluruh rakyat IndonesiaMengingat pengaruh globalisasi sangat kuat di zaman ini, maka kita sebagai bangsa yang mempunyai jati diri dan kepribadian yang berbeda dengan bangsa lain harus tetap memelihara dan jati diri dan identitas nasional yang merupakan kepribadian bangsa. Identitas nasional memiliki beberapa unsur, yaitu Pancasila, Negara Kesatuan Republik Indonesia NKRI, konstitusi UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika, nilai budaya, bendera, bahasa nasional, lagu kebangsaan, lambang negara, dan lagu-lagu wajib. Upaya yang dapat dilakukan untuk mengantisipasi dampak negatif globalisasi ini adalah melalui efektivitas pembinaan kebangsaan melalui pembentukan sikap nasionalisme. Sikap nasionalisme sebagai sikap mental dan menempatkan kesetiaan tertinggi pada negara, menjaga nilai-nilai luhur, dan memelihara unsur-unsur identitas nasional. Oleh karena itu, pendidikan kewarganegaraan sebagai sarana pembinaan semangat nasionalisme harus dapat diefektifkan, sebagaimana disebutkan dalam pasal 3 Undang-Undang Republik Indonesia Tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional yaitu “untuk membentuk watak dan peradaban bangsa yang bermartabat”. Dengan ini, sikap nasionalisme akan dapat dijadikan sebagai pembentukan sikap dan mental bangsa dalam mempertahankan jati diri bangsa di tengah arus globalisasi. Menyadari akan tantangan perubahan, baik lokal, nasional, maupun global semakin berat, Pendidikan Kewarganegaraan diharapkan mampu menumbuhkan sikap mental cerdas, penuh tanggung jawab dari mahasiswa untuk mampu memahami, menganalisis, serta menjawab berbagai masalah yang dihadapi masyarakat, bangsa dan negara secara tepat, rasional, konsisten, berkelanjutan serta menjadi warga negara yang tahu hak dan kewajibannya menguasai iptek serta dapat menemukan jati dirinya, dan dapat mewujudkan kehidupan yang demokratis, berkeadilan, dan kata lain secara konseptual, Pendidikan Kewarganegaraan hendaknya mengembangkan warga negara yang memiliki lima ciri utama, yaitu jati diri, kebebasan untuk menikmati hak tertentu, pemenuhan kewajiban-kewajiban terkait, tingkat minat dan keterlibatan dalam urusan publik, dan pemilikan nilai-nilai dasar kemasyarakatan. Karakteristik tersebut menuntut adanya upaya pengembangan kurikulum dan demikian, dapat disimpulkan bahwa Pendidikan Kewarganegaraan sangat membantu dalam mengembangkan kompetensi kewarganegaraan di era global, baik dalam kajian disiplin ilmu, kurikulum, dan pembelajaran. Pendidikan kewarganegaraan akan dapat memberikan kekuatan dan berfungsi untuk memecahkan berbagai masalah dalam mempertahankan kedaulatan bangsa. Selain itu, kita sebagai masyarakat yang cinta akan bangsa dan negara Indonesia harus mampu mempertahankan nilai dan prinsip dengan menjaga identitas nasional bangsa yang semakin terkikis oleh arus Sosiologi untuk SMA/MA Kelas XII KTSP 2006web Lihat Humaniora Selengkapnya
Berikutbeberapa upaya yang dapat kita lakukan untuk mengatasi ancaman ketahanan nasional di era global : Kita harus selektif dalam membaca atau menerima berita dan tidak terlalu terpengaruh dengan berita disosmed, karena pada era globalisasi setiap orang bisa menyebarkan berita tanpa mengetahui kebenarannya, bisa jadi yang disebarkan adalah
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas. Hallo sahabat kompasianapada kesempatan kali ini, saya akan menguraikan sedikit tentang upaya pendidikan dalam menghadapi globalisasaiselamat membaca Pendidikan merupakan hak asasi setiap manusia, yang telah diakui dalam UUD 1945Pasal 31 ayat 1 yang menyebutkan bahwa setiap warga Negara berhak mendapatkan pendidikan. Pendidikan merupakan serangkaian proses pemberdayaan potensi dan kompetensi untuk menjadi manusia yang berkualitas dan berlangsung sepanjang hayat. Mulai dari kandungan sampai beranjak dewasa kemudian tua, manusia mengalami proses pendidikan yang didapatkan dari orang tua, masyarakat,sekolah maupun lingkungannya. Manusia sangat membutuhkan pendidikan melalui proses penyadaran yang berusaha menggali dan mengembangkan potensi dirinya. Proses yang dilakukan ini tidak hanya sekedar untuk mempersiapkan manusia agar dapat menggali, menemukan, menempa potensi yang dimiliki, namun juga untuk mengembangkannya dengan tidak menghilangkan karakteristik majunya ilmu pengetahuan disertai majunya teknologi, juga semakin kencangnya pengaruh globalisasi membawa dampak tersendiri bagi Pendidikan di menghadapi tantangan masa depan, dengan perkembangan globalisasi, IPTEK, arus informasi yang cepat dan layanan professional, maka diperlukan pembaharuan pendidikan yang dilakukan secara sistemik dan sistematik, yaitu pendidikan yang dirancang secara teratur melalui perencanaan yang bertahap dan menyeluruh mulai dari lapisan sistem pendidikan nasional, lembaga pendidikan sampai lapis individual. Pembangunan manusia Indonesia seutuhnya merupakan kunci keberhasilan bangsa dan Negara Indonesia dalam menghadapi masa depan. Oleh sebab itu perlu dikaji; tuntutan bagi manusia masa depan dan upaya mengantisipasi masa depan. Ada beberapa upaya yang dapat dilakukan dalam menghadapi era globalisasi, diantaranya 1. Meningkatkan Kualitas Pendidik Mengingat bahwa dalam era global, pendidikan nasional harus pula memperhatikan perkembangan yang terjadi secara internasional, maka kajian kompetensi guru sebagai unsur pokok dalam penyelenggaraan pendidikan formal, perlu pula mempertimbangkan bagaimana kompetensi guru dibina dan dikembangkan pada beberapa negara lain. Proposisi inti tentang kompetensi guru meliputiGuru mempunyai komitmen terhadap siswa dan belajar mereka; Guru menguasai materi yang pelajaran dan cara mengajarnya; Guru bertanggung jawab dalam mengelola dan memonitor belajar siswa; Guru berpikir secara sistematik mengenai tugasnya danbelajar dari pengalamannya; dan Guru menjadi anggota dari masyarakat belajar. Berkaitan dengan pelaksanaan pembelajaran,guru perlu memperhatikan bahwa siswa memiliki berbagai potensi dalam dirinya. Di antaranya rasa ingin tahu dan berimajinasi,dua hal inia dalah potensi yang harus dikembangkan atau distimulasi melalui kegiatan pembelajaran. Karena kedua hal tersebut adalah modal dasar bagi berkembangnya sikap berpikir kritis dan kreatif. 1 2 Lihat Pendidikan Selengkapnya
Beberapatindakan di era global : 1) menjaga keutuhan NKRI. 2) melakukan demonstrasi anarkis. 3) mencintai produk dalam negeri. 4) memupuk budaya hedonisme. Upaya menghadapi globalisasi untuk memperkokoh kehidupan bangsa Indonesia ditunjukkan dengan nomor ..
Di n domestik kegiatan berlatih terdahulu Anda telah mempelajari bahwa globalisasi itu tidak bisa dihindarkan. Globalisasi itu sudah melanda Indonesia dan meretas-robek atma makhluk. Ia hinggap mengirimkan muatan-muatan positif dan merusak, nan bakal sementara basyar mengkhawatirkan akan menghilangkan patriotisme atau negara nasion nation state. Memang terserah nan menarik untuk dikaji intern proses globalisasi ini, seperti yang disebut oleh J. Naisbitt sebagai Paradoks1. John Naisbitt, Mondial Paradoks. Antara lain ia mengamati The more universal we become, the more tribal we act, which in the Menyeluruh Ketidakteraturan also means more and smaller parts hal. 50. Selanjutnya, anda mengatakan The development of power is shifting from state to the individual. From vertical to the horizontal. From hierarchy to networking. Kejadian. 51. Charles Handy dalam bukunya Era Paradoks mengaram kehidupan bumi modern internal serba paradokssal kejadian. 12. Gejala-gejala paradoks itu misalnya dapat kita lihat dalam proses globalisasi yang berefek pada diferensiasi pada suatu pihak terdapat suatu budaya munculnya subbudaya etnis, doang plong pihak tidak atau bersamaan waktunya muncullah gejala homogenisasi bagan budaya terutama yang disebabkan maka dari itu komunikasi antarmanusia yang semakin intens. Negara-negara yang terdiri mulai sejak berbagai jenis etnis yang dahulunya secara lestari diikat oleh negara, masa ini seakan-akan ikatan itu mulai encer dengan munculnya budaya kesukuan. Masalah ini untuk bangsa Indonesia memang sudah disadari sejak semula maka itu pembina republik ini founding fathers. Semboyan Bhinneka Spesial Ika berarti pengakuan terhadap nilai-nilai subbudaya etnis dari bangsa Indonesia nan bhinneka, belaka keseluruhannya diikat oleh satu cita-cita yaitu bangsa Indonesia yang berupaya menciptakan budaya nasional Indonesia sebagai puncak budaya etnis. Intensifnya media waktu menarafkan daerah-daerah yang dahulunya terpencil, namun sangat eksotis membuat daya tarik bagi perpelancongan internasional. Tatap saja CNN setiap malam mencitrakan berbagai jenis tontonan berasal berbagai diversifikasi budaya di seantero dunia. Proses ini sudah lalu menyebabkan perubahan dari negara nasion nan homogen ke arah suatu multikulturalisme. Kemajuan pesat teknologi dalam wujud Triple “T” Revolution, telekomunikasi atau informasi, transportasi dan Trade bazar bebas membuat hubungan umat anak adam antarnegara menjadi terlampau intens seakan-akan menggilas negara nasion dan membangun citra global. Kemajuan pesat teknologi ini membawa barang bawaan isu mondial seperti mana pendemokrasian, hak asasi manusia dan kelestarian mileu hidup. Umpama bangsa Indonesia, dengan berpegang pada budaya Pancasila, kita harus siap menghadapi arti global tersebut, agar kukuh eksis sebagai suatu bangsa dalam pergaulan dunia. Untuk menghadapi globalisasi tersebut kita harus luang kekuatan dan kelemahan nan kita miliki dalam seberinda aspek kehidupan bangsa astagatra sebagai berikut. Geografi Potensi kewedanan darat, laut, udara dan iklim tropis perumpamaan ulas hidup suntuk baik dan strategis, namun di sebelah lain terwalak kelemahan dalam pendayagunaan daerah darat, laut, dirgantara, dan supremsi manajemen ruangnya. Sumber Khazanah Liwa Potensi sumber harta benda bendera SKA di daratan, samudra, dan dirgantara, baik nan berperilaku hayati maupun nonhayati, serta yang dapat diperbarui alias yang bukan dapat diperbarui sangat besar. Hal ini merupakan modal dan kekuatan kerumahtanggaan pembangunan. Doang, kelemahannya belum sepenuhnya potensi sumur kekayaan alam tersebut dimanfaatkan secara optimal. Kalaupun ada yang sudah lalu dimanfaatkan masih terserah di antaranya kerumahtanggaan pemanfaatannya abnormal memperhatikan kelestarian dan distribusi hasilnya. Kejadian ini tidak sejalan dengan konsep pembangunan berkelanjutan dan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Di sisi lain juga sumur kekayaan alam yang terserah tak seluruhnya bisa dijaga keamanannya dengan baik atau dengan prolog lain rawan pencurian. Demografi Jumlah penduduk Indonesia terjadwal nomor 4 di mayapada. Pertumbuhannya dapat ditekan akibat makin meningkatnya tingkat pemberitaan masyarakat melalui program KB Pertumbuhan 1,9%. Begitu juga tingkat kesehatan harapan hidup, dan kualitas fisik semakin meningkat. Kelemahannya, sebagian penduduk Indonesia antarwilayah atau area atau antarpulau tidak sebabat, pertumbuhan belum mencapai hampa growth dan kualitas nonfisik nan masih adv minim. Ideologi Dalam jiwa berbangsa, bernegara, dan bermasyarakat kita berpegang pada ideologi Pancasila. Pancasila sudah diterima laksana semata asas internal kehidupan berbangsa, bernegara, dan bermasyarakat. Pembudayaan Pancasila internal usia sehari-waktu nilai praktis sudah lalu dan sedang digalakkan. Kelemahannya, pengamalan alias pembudayaan Pancasila tersebut belum sepenuhnya terkabul. Ini adalah tantangan kerjakan seluruh bangsa Indonesia dan jika ideologi Pancasila tersebut tidak bisa memberikan maksud hidup bertambah baik bukan tidak mungkin akan ditinggalkan makanya masyarakat. Politik N domestik pelaksanaan strategi sudah diciptakan lembaga landasan sistem Ketatanegaraan Demokrasi Pancasila dan sudah tertata terutama struktur politik dan mekanismenya. Kendatipun demikian, keadaan ini perlu dikaji dan disempurnakan sesuai dengan aspirasi dan perkembangan masyarakat demikian kembali pelaksanaan-nya terus memerlukan penyempurnaan sesuai dengan permintaan kebutuhan dan perkembangan masyarakat. Kelemahannya, budaya politik masih perlu perombakan dan peningkatan. Suprastruktur masih tinggal dominan apabila dibandingkan dengan infrastruktur dan substruktur. Sedemikian itu juga komunikasi politik dan partisipasi politik perlu berkat perhatian bagi diperbaiki. Ekonomi Kekuatan perekonomian Indonesia terletak pada struktur perekonomian yang makin sejajar antara sektor pertanaman dengan sektor industri dan jasa. Pertumbuhan perekonomian sepan tinggi rata-rata ± 7%. Kelemahannya, perindustrian Indonesia belum begitu kokoh karena masih tersidai pada impor bulan-bulanan baku atau komponen. Impor bahan baku maupun komponen serta impor bahan-alamat lainnya sampai kepada barang konsumsi membentuk cadangan devisa yang semakin ambruk. Belum kembali ditambah utang asing negeri, kerjakan membiayai pembangunan, harus dicicil dengan devisa yang kita miliki. Darurat itu, dalam proses pembangunan terjadi ekonomi biaya tinggi high cost economy yang membentuk inefisien biaya pembangunan. Ketakseimbangan ekonomi juga berorientasi semakin strata boleh membangatkan dan memicu destabilisasi ekonomi dan ketatanegaraan nan berkarisma terhadap perturutan pembangunan tersebut. Perpajakan kembali masih lemah dan terlazim mendapat perhatian n domestik upaya meningkatkan biaya pembangunan yang sedang dijalankan detik ini. Sosial Budaya Khasiat nasion Indonesia terletak pada kebhinnekaannya, andai kumpulan anakan bercelup-warni kerumahtanggaan sebuah ujana. Tetapi apabila kebhinnekaan alias multiplisitas tersebut tidak dapat dibina dengan baik bukan tidak siapa bisa menjadi bibit perpecahan. Kerumahtanggaan kegiatan berlatih terdahulu kemajemukan Indonesia disebut sekali lagi rawan perpecahan. Sementara perumpamaan hasil pembangunan nan kita lakukan selama PJPT I di era orde baru ini dapat meningkatkan kesejahteraan dan kecerdikan rakyat serta meningkatkan harkat status dan jati diri sebagai nasion Indonesia nan tidak absolusi bersumber akar tunggang kebudayaannya. Namun demikian, masih banyak kelemahan yang terlazim diperbaiki di antaranya, berkembangnya primordialisme, kolusi, korupsi, dan nepotisme nan membudaya dan disiplin kewarganegaraan nan semakin merosot. Kehidupan masyarakat nyana cenderung ke arah individualistis dan materialistis dan makin berkurangnya keteladanan para pemimpin. Pertahanan dan Keamanan Internal rataan pertahanan dan keamanan sudah ditata sistem. Pertahanan dan keamanan rakyat segenap, doktrin Hankamrata serta diundangkannya UU No. 20 Tahun 1982 tentang Pertahanan dan Keamanan Negara. Di jihat lain bangsa Indonesia mewarisi adat istiadat sebagai bangsa pejuang yang merebut kemerdekaan dari kolonialis adalah sumber kemujaraban. Kelemahannya sishankamrata tersebut belum sepenuhnya tersalurkan. Pemahaman bela negara belum memasyarakat. Tentatif itu tingkat keamanan masyarakat masih terganggu dengan makin meningkatnya kriminalitas. Berpijak pada kekuatan dan kelemahan nan kita miliki menghadapi era kesejagatan. Faktor yang berwibawa sangat dominan yaitu perekonomian, khususnya perbisnisan trade untuk memperoleh keuntungan untuk kesentosaan rakyat masing-masing negara. Semua kegiatan atau upaya gelojoh dikaitkan dengan manfaat ekonomi alias perdagangan. Kondisi sekarang negara-negara maju membereskan sebagian segara modal, teknologi atau skill. Kondisi ini sangat menguntungkan negara-negara maju intern liberalisasi perdagangan dibandingkan dengan negara-negara berkembang. Hal ini merupakan tantangan buat bangsa Indonesia kerjakan mensejajarkan diri dengan bangsa ataupun negara maju tersebut, menerobos peningkatan tannas Indonesia. Kunci privat pertambahan tannas Indonesia itu merupakan peningkatan kualitas sumber pokok manusia Indonesia menuju ke penguasaan guna-guna pengumuman dan teknologi yang dilandasi oleh iman dan taqwa. TANNAS YANG DIHARAPKAN DI ERA GLOBALISASI Sebagaimana Anda sudah pelajari pada bagian terdahulu bahwa Tannas Indonesia harus congah menerimakan tanda jadi, terhadap identitas dan integritas Kewarganegaraan; kerelaan bangsa Indonesia dan negara kesatuan Republik Indonesia; tercapainya harapan dan cita-cita Kewarganegaraan. Bikin semua itu, bangsa Indonesia mengerjakan pembangunan kewarganegaraan Bangnas. N domestik pembangunan nasional tersebut diupayakan dengan pendekatan tannas nan dilandasi oleh Wasantara. Oleh karena itu sekali lagi, Wasantara seumpama wawasan dalam pembangunan nasional. Penerapan pendekatan tannas dalam pembangunan nasional sejalan dengan kelemahan dan faedah yang kita miliki seperti mana diutarakan maka diperlukan kontrol privat segenap aspek kehidupan nasion Astagrata. Aspek Trigatra Intern kekuasaan aspek Trigatra nan teradat mendapat habuan manah ialah Pengaturan tata ruang wilayah kewarganegaraan nan serasi antara faedah kedamaian dan kepentingan keamanan. Kehangatan ini sangat penting karena kita tidak cak hendak membayar risiko yang sangat ki akbar apabila terjadi keadaan darurat perang atau bencana. Sumber-sumber perekonomian dan permukiman harus dilindungi. Oleh karena itu, dalam perencanaan pembangunan harus menimang-nimang kepentingan keamanan tersebut dalam kepentingan luas, selain mempertimbangkan aspek kesejahteraan bakal umum luas. Manajemen sumur aset alam dengan kecam asas manfaat, sosi sangir dan abadi serta keadilan sosial untuk seluruh rakyat. Asas maslahat berkaitan dengan upaya pengelolaan sumur mal duaja itu, digunakan sebesar-besarnya bagi kemakmuran rakyat. Mempunyai daya saing berkaitan dengan “mutu” nan tinggi standar sesuai dengan kebutuhan pasar dan pelayanan yang menyenangkan. Sonder loklok yang janjang dan pelayanan yang prima produk kita tidak bisa berlomba di pasar antarbangsa di era kesejagatan ini. Selain itu tata sumber kekayaan alam kita hendaknya bukan melihat keuntungan semu jangka pendek, tetapi juga melihat keuntungan jangka panjang dengan memperhatikan kelestarian dalam pengelolaannya. Begitu pula hasil pembangunan hendaknya mencerminkan pemerataan keadilan sosial bikin seluruh rakyat Indonesia. PEMBINAAN KEPENDUDUKAN Penduduk Indonesia dewasa ini termasuk 4 terbesar di mayapada. Jumlah yang terus berkembang ini karena pertumbuhan yang masih janjang buat itu perlu dikendalikan pertumbuhannya melalui program KB Keluarga Berencana. Program KB ini tidak hanya ditujukan kepada pengendalian tersebut belaka bertambah luas dari itu, adalah peningkatan kedamaian dan dur kehidupan. Sekaligus dengan itu mesti diupayakan peningkatan kualitasnya menerobos program pendidikan dan keterampilan intern arti luas untuk memulihkan kualitas sumber daya sosok Indonesia yang menuntaskan ilmu maklumat, teknologi dan dilandasi iman dan takwa. Di sisi bukan sirkuler yang enggak ekuivalen di biji kemaluan pulau wajib diupayakan agar menjadi sebaran yang sekelas, melalui program peluasan atau pembangunan wilayah luar Pulau Jawa. Pada tahap semula transmigrasi boleh jadi menjadi alternatif, tetapi pada tahap berikutnya terlazim dipikirkan relokasi industri-industri di Pulau Jawa ke luar Pulau Jawa serta ekspansi potensi-potensi perekonomian di negeri luar Pulau Jawa tersebut. Aspek Pancagatra Pemahaman penghayatan dan pengamalan Pancasila ideologi Pancasila sebagai satu-satunya ideologi kerumahtanggaan vitalitas berbangsa, bernegara dan bermasyarakat harus dibudayakan n domestik nyawa sehari-perian. Upaya ke arah itu mutakadim dilakukan melampaui penataran P4, Pembentukan BP7 di tingkat Pusat dan Daerah. Penataran dan pengajaran Pancasila di umum dan sekolah-sekolah masih dianggap kurang efektif karena merentang menuju kepada keterampilan kognitif dan formalitas. Dalam pelaksanaan P4 ini keteladanan dan panutan masih dibutuhkan buat umum. Agaknya plus sulit mencari panutan intern pelaksanaan P4. Ini sebuah tantangan yang harus dihadapi dan hambatan yang harus disingkirkan dalam upaya pelaksanaan P4 dalam kehidupan kita berbangsa, bernegara, dan bermasyarakat. Dalam konteks ini satu kejadian yang teristiadat dan harus Anda sadar bahwa P4 adalah norma yang mengandung nilai-ponten luhur dalam sukma kita berbangsa, bernegara, dan bermasyarakat, tanpa diamalkan n domestik kehidupan sehari-hari oleh para penganutnya warga negara Indonesia dia akan kehilangan makna sebagai norma. Dan kalaupun ada kelemahan, kekurangan dalam pengamalannya, itu adalah kesalahan oknum, bukan kesalahan P4-nya. Oleh karena itu, kita harus bergaya membumi. Jangan hingga kita mau menyembelih seekor tikus di lumbung padi, adv amat lumbung padinya dibakar maupun dihancurkan. Penghayatan budaya Pancasila Budaya politik political culture merupakan limbung dilaksanakan sistem politik. Maka dari itu karena sistem pemerintahan Indonesia, strukturnya terletak dalam UUD 1945 yang berlandaskan Pancasila maka yang menjadi, political culture Indonesia adalah sejauh mana pemerintah dan rakyat Indonesia, baik yang berada di suprastruktur, infrastruktur maupun substruktur menghayati dan berbuat budaya politik Pancasila internal praktik kehidupan politik sehari-hari. Peningkatan dan pengamalan budaya kebijakan Pancasila ini sangat mutlak untuk memantapkan penstabilan politik di kewedanan tercinta ini. Gabungan dua arah antarlembaga negara, antarpemerintah dan rakyat teristiadat ditingkatkan. Suasana harmonis, terpadu dan bersinergi perlu diciptakan sehingga setiap keputusan garis haluan nan diambil sesuai dengan aspirasi nan berkembang privat umum berlandaskan syariat-hukum yang berperan. Jika keputusan yang diambil sesuai dengan aspirasi yang berkembang internal masyarakat maka itulah pencerminan dari demokrasi. Keseleo satu karakter negara demokrasi adalah adanya UU alias syariat yang ditegakkan Rule of law yang mengatasi sistem politik, mudahmudahan politik atau kekuasaan bukan disalahgunakan lihat penjelasan UUD 1945. Negara Indonesia berdasar atas hukum rechstaat bukan berdasar kekuasaan belaka machhstaat. Rule of law berasaskan supremacy of law, persamaan di muka hukum ataupun equality before the law tatap Pasal 27 ayat 1 UUD 1945. Kepunyaan Asasi manusia Human right dan social equality atau kedudukan yang sama laksana anggota masyarakat. N domestik supremacy of law, hukum alias UU menjadi yang tertinggi, dengan demikian kekuasaan takluk pada hukum ataupun undang-undang. Apabila hukum tunduk kepada supremsi maka kekuasaan dapat membatalkan syariat atau mengubah hukum, dan hukum dijadikan perabot untuk membenarkan kekuasaan. Dengan demikian, segala tindakan penguasa walaupun melanggar kepunyaan asasi basyar dapat dibenarkan maka itu hukum atau undang-undang. Intern negara syariat kedudukan warga negara adalah sederajat di tampang hukum. Apabila tidak ada persamaan di roman hukum maka orang nan mempunyai kelebihan atau kekuasaan akan n kepunyaan kekebalan hukum sehingga dapat merusak atau memperkuda manusia yang lemah. Kerumahtanggaan peruntungan asasi orang human right n kepunyaan pokok yaitu kepunyaan kedaulatan pribadi, hak kemerdekaan berdiskusi dan hak berapat. Hak kemerdekaan pribadi adalah hak-hak untuk melakukan apa yang dianggap baik oleh dirinya tanpa merugikan orang tidak dan menimbulkan bujukan terhadap awam sekelilingnya. Hak kedaulatan berdiskusi yakni hak bakal babaran pendapat dan mengamati, hanya harus bersedia mendengar atau memperhatikan pendapat dan kritik orang bukan. Bagi nasion Indonesia pengajuan pendapat atau kritik tersebut harus sesuai dengan resan atau adab etika budaya garis haluan Pancasila. Hak cak bagi berrapat, properti ini ada yang membatasinya, yakni apabila rapat itu menyebabkan kekusutan sehingga perdamaian menjadi busuk maka rapat itu merupakan tindakan melawan maupun menumbuk syariat unlaw full. Jadi, dalam human right itu ada batasnya, yaitu hak-hak orang lain. Pelanggaran terhadap hak-eigendom anak adam tidak merupakan pelanggaran terhadap milik-kepunyaan dirinya karena hak independensi dirinya dengan hak kemerdekaan orang bukan adalah sama. Dalam asas social equality di mana kursi setiap anggota publik yakni sekufu. Apabila masih ada perbedaan geta sosial, yang disebabkan oleh macam tiang penghidupan, keberagaman kelamin, warna kulit maupun ras maka rule of law akan mengalami obstruksi karena yang membentuk masyarakat itu adalah orang-orang yang memiliki asal yang setimbang warga negara dan wujud nan sama pula. Jika rule of law dengan asas-asasnya dapat kita lakukan dengan baik diiringi dengan makin meningkatnya “kecerdikan” rakyat, pemerintahan nan bersih dan berpengaruh maka “partisipasi” politik rakyat akan meningkat. Takhlik perekonomian yang efisien, pemerataan dan pertumbuhan yang tinggi Pembangunan nasional yang sedang kita lakukan adalah perekonomiannya atau beratnya pada rataan ekonomi karena bidang ekonomi ini sebagai pemicu dan pemacu kemajuan bidang-parasan lainnya. Kendatipun struktur perekonomian Indonesia makin separas antara sektor pertanaman dengan sektor industri dan jasa, namun oleh sementara pengamat melihatnya belum efisien. Adanya kebocoran, korupsi, rekayasa, nepotisme, pungutan liar dan lain-tidak yang sejenis dianggap menodai perekonomian Indonesia. Praktik monopoli, oligopoli dan sejenis lainnya, etatisme dan persaingan bebas free fith libralisme harus dihilangkan internal sistem perekonomian Indonesia sesuai dengan yang diamanatkan kerumahtanggaan UUD 1945. Puas pelita-pelita nan silam pertumbuhan yang kita prioritaskan provisional pemerataan dikebelakangkan. Saat ini telah waktunya kita meletakkan pemerataan menjadi prioritas, tanpa mengenyampingkan pertumbuhan. Dengan kata enggak, dengan pemerataan kita akan mencapai pertumbuhan. Konsep ini mengarah kepada empowerment pemberdayaan masyarakat, dan enggak konglomerasi pada sekelompok kecil anggota umum. Sepanjang ini paradigma yang dominan intern pembangunan adalah teladan yang menurunkan peranan negara atau pemerintah lega posisi rahasia dalam merencanakan dan melaksanakan pembangunan. Paradigma ini telah banyak mendapat aduan bersumber para pakar dan pengamat pembangunan karena terlampau tidak mempercayai kemampuan rakyat dalam pembangunan diri dan masyarakat mereka seorang. Selain itu, paradigma itu menghambat tumbuhnya kearifan lokal sebagai unsur rahasia n domestik perencanaan pembangunan masyarakat nan berkesinambungan. Perlunya kearifan tempatan n domestik perencanaan pembangunan menginjak dirasakan ketika orang melihat semakin banyaknya proyek dan programa pembangunan yang lain dimanfaatkan makanya umum karena tidak sesuai dengan aspirasi masyarakat setempat. Negara dan aparatnya lampau dianggap dapat menjadi “pendorong” pembangunan. Sebagai alternatif diajukan paradigma baru nan dikenal dengan konseptual empowerment atau pemberdayaan masyarakat. Paradigma ini dilandasi oleh pemikiran bahwa pembangunan akan berjalan dengan sendirinya apabila masyarakat mengurus sendang trik alam yang mereka miliki dan memperalat bikin pembangunan masyarakat. Hal ini dianggap lebih berpunya mencapai harapan pembangunan ialah menghilangkan kemiskinan. Menurut para pakar, kekosongan pembangunan di negara-negara sedang berkembang disebabkan oleh komplet pembangunan yang diterapkan enggak memberikan kesempatan kepada rakyat miskin untuk timbrung intern proses pemungutan keputusan yang mencantol pemilihan, perencanaan dan pelaksanaan program pembangunan. Konseptual pemberdayaan mau mengubah kondisi ini dengan prinsip menjatah kesempatan pada kelompok orang miskin cak bagi merencanakan dan kemudian melaksanakan program pembangunan yang kembali mereka pilih sendiri, serta diberi kesempatan untuk ikutikutan dana pembangunan baik yang berpokok dari pemerintah maupun dari pihak lain. Cak bertanya yang muncul kemudian yakni segala perbedaan antara teladan pembangunan yang “partisipatif dengan model pemberdayaan rakyat maupun empowerment”. Perbedaannya terletak dalam peristiwa model empowerment rakyat miskin, enggak sekadar aktif berpartisipasi n domestik proses seleksi program, perencanaan dan pelaksanaannya, tetapi mereka lagi menguasai dana pelaksanaan program itu. Sementara kerumahtanggaan model partisipasi keterlibatan rakyat dalam proses pembangunan saja sampai lega penyortiran, perencanaan dan pelaksanaan, sedang pemerintah tetap menguasai dana guna mendukung pelaksanaan program itu. Transendental empowerment menciptakan pula satu metodologi penimbunan data yang akan digunakan untuk merencanakan programa pembangunan yaitu metodologi Participation Action Research PAR. Model ini sebagai halnya model community managed development maka PAR kembali mendomplengkan rakyat, khususnya rakyat miskin dalam mengumpulkan data, menjelaskan kejadian-hal yang mereka anggap menjadi penyebab keterbelakangan masyarakat dan bagaimana cara menyelesaikan masalah itu. Dengan kata lain, PAR masyarakat merupakan rekanan dari pemeriksa bukan laksana objek. Teladan empowerment dapat dijumpai dalam dua versi yang farik dan perbedaan ini akan mempengaruhi garis haluan yang akan dipakai internal pelaksanaan pembangunan. Kedua varian empowerment tersebut adalah varian dari Paulo Freire dan versi yang berasal dari Schumacher. Persamaan antara kedua varian itu terletak sreg penggalian pentingnya setiap agen pembangunan publik mereka sendiri. Adapun yang melepaskan kedua versi tersebut terletak plong amatan dan metodologi yang digunakan oleh masing-masing versi. Versi Paul Freire berinti pada satu metodologi nan dia sebut laksana metodologi conscientization, yakni satu proses sparing untuk melihat kontradiksi sosial, ekonomi, dan ketatanegaraan yang ada dalam satu masyarakat dan menyusun mandu untuk meredakan kondisi opresif dalam awam. Bikin Paul Freire empowerment bukanlah cuma hanya membagi kesempatan rakyat memperalat perigi trik standard dan dana pembangunan saja semata-mata lebih mulai sejak itu empowerment yakni upaya bagi menyorong umum dalam mencari pendirian menciptakan kebebasan dari struktur-struktur yang opresif. Dengan kata lain, empowerment berarti kerja sama masyarakat kerumahtanggaan politik, sedangkan varian Schumacher tentang empowerment kurang beraroma strategi, ia bertambah menggarisbawahi sreg hal-hal yang dikatakan beliau umpama berikut. Pembangunan ekonomi akan berhasil jika dilaksanakan secara meluas, propaganda pembangunan nan merakyat dengan mengistimewakan kepada pengendalian, pemanfaatan secara optimal, terencana dan bersemangat, dengan menempatkan personel yang berpotensi dengan tepat. Pemerintah tidak pernah dididik jadi enterpreuner, inovator, tetapi jadi regulator. Schumacher beriktikad bahwa individu itu mampu kerjakan membangun diri mereka sendiri tanpa mengharuskan lebih-lebih dulu menghilangkan ketakseimbangan sistemis yang ada internal masyarakat. Schumacher menyatakan bahwa ketatanegaraan yang paling tepat untuk menolong si miskin adalah memberi kail pada ikan dengan demikian mereka mandiri. Seperti sudah disebut dua versi empowerment itu akan menentukan pendekatan yang digunakan oleh saban simpatisan dan tingkat keberhasilannya. Empowerment versi Paul Freire telah bisa diduga akan sulit berhasil apabila empowerment itu dihadapkan puas interest-interest yang kuat dan dominan dalam suatu masyarakat. Para elite domestik pasti akan menentang empowerment versi Freire karena keradikalannya. Namun, empowerment varian Schumacher nan menonjolkan pada pembentukan kelompok mandiri juga tidak akan banyak mempunyai arti sonder cak semau dukungan politik. Contohnya, dalam upaya kondusif orang miskin dengan menjatah kail, namun apabila kaum miskin itu tidak diberi hak kerjakan mengail di sungai maka pastilah mereka tidak akan dapat hidup dengan lebih baik. Andaikan juga diberikan hak buat memepas, tetapi ikan-lauk yang dikail telah lewat dijaring maka dari itu penangkap ikan besar, tentu tidak ada artinya. Dengan kata lain, varian empowerment apapun nan akan kita pilih dibutuhkan “dosis” kebijakan untuk menjadi obat yang ampuh cak bagi penyakit kemiskinan. Empowerment sebagai suatu strategi pembangunan memiliki unsur transformatif. Apabila zarah ini tidak dapat dikembangkan maka empowerment tidak akan kaya menjadikan dirinya laksana politik nan ampuh dan hanya lalu menjadi slogan dalam upaya memberantas kefakiran. Kita tidak akan mampu memberdayakan petani Indonesia apabila mereka lain diizinkan mendirikan suatu organisasi baru yang mendalam dibentuk makanya pekebun dan untuk petani. Dengan pembukaan lain, model empowerment itu sangat berkait dengan upaya kita membentuk suatu civil society umum madani. Kendatipun kita harus berupaya keras lakukan memberdayakan rakyat n domestik proses pembangunan, namun upaya tersebut harus dilaksanakan secara sensibel dalam arti kita perlu memahami rintangan-kendala yang suka-suka kerumahtanggaan diri keramaian rakyat itu seorang. Amatlah ki akbar risiko kekesalan apabila kita demi memberdayakan rakyat menyerahkan sejumlah dana yang cukup ki akbar kepada gerombolan masyarakat nan belum kekeluargaan punya pengalaman mengelola uang sebesar itu ataupun pengalaman lain yang akan bisa membantu memperkokoh keberdayaan kelompok itu. Para pengamat pembangunan di Amerika Latin merasa adv amat pening atas keputusan organisasi sambung tangan pembangunan Amerika untuk memasrahkan dana bantuan simultan lega organisasi “akar rumput” yang kebanyakan belum punya camar duka intern pengelolaan dana. Hal nan dikhawatirkan ialah pil organisasi itu melaksanakan tugasnya akan menciptakan amunisi bagi mereka-mereka yang pro pendekatan pembangunan yang topdown lakukan menembak jatuh model pemberdayaan itu bottom up. Satu masalah berarti internal proses pembangunan di negara yang menengah berkembang adalah adanya asas “the government can do not wrong”. Asas ini menyebabkan sulitnya bertaruk sikap akomodatif dan bertanggung jawab di landasan aparat negara. Karena pemerintah tidak dapat bersalah, aparatnya pun tidak dapat disalahkan. Pemerintah Indonesia sudah lalu mendirikan Pidana Tata Usaha Negara bikin menggantikan asas the government can do not wrong termasuk aparatnya menjadi asas the government can do wrong. Memberdayakan rakyat adalah suatu konsep politis yang berarti menata kembali kontak antara negara dan rakyat dan antara kaya dan miskin, dan bukan hanya doang memberi mata pancing pada rakyat. Meskipun diberi kail rakyat enggak akan boleh banyak berbuat apabila iwak-ikan di sungai telah tinggal ditangkap nelayan besar. Dengan kata lain, pemberdayaan rakyat tidak akan berdampak apabila tidak didukung suatu sistem strategi dan ekonomi yang demokratis. Empowerment tidak akan unjuk kalau masih terserah floating mass, birokrasi yang gemar material dan tak sebagainya. Dengan kata lain, reformasi ekonomi dengan model pemberdayaan ini harus disertai dengan reformasi di bidang politik. Harus disadari bahwa empowerment ini mengarah pada transformasi hubungan antara arti-kekuatan sosial, ekonomi dan kebijakan dalam negara ini. Pemahaman seperti ini yaitu syarat pertama untuk menjamin keberhasilan contoh itu. Ini berjasa kita harus berani meninjau juga berbagai undang-undang, peraturan pemerintah dan lain-enggak yang diperkirakan dapat menghalangi pelaksanaan kamil ini. baca kelongsong 5 UU politik. Hipotetis empowerment tidak akan banyak kondusif memperkuat posisi kerubungan bani adam miskin kalau kita tidak menghapus pendekatan “massa mengambang” dalam membangun kehidupan berpolitik rakyat pedesaan. Demikian pula model empowerment tak akan berjalan apabila lain didukung suatu sistem peradilan yang mandiri. Model empowerment hanya dapat melanglang dengan baik apabila digerakkan oleh kelas ilmuwan desa. Pemerintah telah punya kelas bawah akademikus desa yaitu para Kader Pembangunan Desa KPD meskipun jumlahnya masih kecil dan kemampuan perencanaan pembangunan mereka masih suntuk minim sekali lagi. Kita wajib meningkatkan mutu dan fungsi KPD di desa. Pelecok satu masalah privat pembangunan pedesaan di negara kita ialah bagaimana desa mampu mengakumulasi modal yang dapat digunakan bikin membayari pembangunan desa secara mandiri. Mudahmudahan LKMD diberikan status hukum sehingga LKMD bisa menjadi pelaksana dana kerjakan pembangunan desa. Lembaga Ketahanan Awam Desa LKMD yang berbadan hukum dapat timbrung mengerjakan pekerjaan pembangunan di daerah pedesaan andai kontraktor. Dana Pembangunan Pedesaan dengan demikian dapat terus terakumulasi di daerah pedesaan. Terakumulasinya modal di pedesaan kembali akan menunjang keberhasilan model empowerment itu. Kenaikan kapasitas aparat pemerintah daerah, khususnya dalam hal kemampuan mereka n domestik mendengar aspirasi dan menyervis umum. Birokrasi negara harus memiliki sikap mental baru yakni sikap memfasilitasi masyarakat dan berkewajiban pada awam terhadap segala kebijaksanaannya. Pemerintah sesungguhnya telah menyiapkan sebuah institusi yang boleh menafsirkan mentalitas aparat negara yang menghambat proses pemberdayaan umum yakni gambar PTUN Mahkamah Tinggi Aksi Negara. Tulang beragangan PTUN pula akan menghilangkan sikap atau mentalis government can do not wrong yang sejauh ini menjadi radiks interaksi antara pemerintah dan mahajana. Itulah riuk satu pendekatan privat menciptakan menjadikan perekonomian yang efisien, pemerataan, dan pertumbuhan yang pangkat. Untuk Anda ketahui pula bahwa di era kesejagatan ini tidak ada satu Negara pun nan bukan terkait perekonomiannya dengan negara lain. Karena keterkaitan itu melangkaui perbelanjaan maka godaan perekonomian di suatu negara akan berpengaruh terhadap negara mitranya kerumahtanggaan perdagangan. Oleh karena itulah, perlu dilakukan kolaborasi antara negara yang saling membantu dan ganti menguntungkan satu sama lain. Jatuhnya nilai rupiah terhadap Rupe ataupun Mata uang akan mempengaruhi daya beli kita terhadap produk-produk asing import. Oleh karena itu, bukan usah heran negara-negara yang mempunyai asosiasi kulak dengan Indonesia negara mitra mengulurkan tangannya cak bagi masuk menstabilkan perekonomian Indonesia, hendaknya terjadi kesinambungan kooperasi yang saling menguntungkan tersebut. Memantapkan identitas nasional Bhinneka Distingtif Ika Identitas kewarganegaraan bangsa Indonesia ialah Pancasila. Pancasila menjadi pedoman umur kita dalam praktik semangat berbangsa bernegara dan bermasyarakat harus betul-betul diterapkan. la tidak tetapi sekadar dihafal atau menjadi kesigapan kognitif, doang mudah-mudahan menjadi perilaku ponten praktis setiap bangsa Indonesia, tulang beragangan pemerintah dan bentuk negara. Inilah yang harus dimantapkan moga benar-benar menjadi kalis diri bangsa Indonesia. Di sisi lain nasion kita adalah bangsa yang majemuk. Perlu disadari n domestik diversitas itu terletak kerawanan yaitu gampang dipecah belah. Memori perpecahan bangsa Indonesia telah cukup menjadi latihan. Jangan sebatas kita kesuntukan tongkat dua kali kata anak adam bijak. Oleh karena itu, perlu diciptakan iklim yang kontributif untuk roh bersama privat suasana kebhinnekaan tersebut. Lenyapkan premordialisme. Kondisi-kondisi nan mengarah kepada sambutan SARA Suku Agama Ras dan antara golongan/aliran harus dihilangkan. Selain itu, menegakkan hukum rule of law dengan asas-asasnya mutlak diterapkan. Di era globalisasi ini pula, kita teradat membangatkan peningkatan kualitas sumber daya manusia. Dengan kondisi sekarang, kita sulit untuk atma di dunia yang penuh persaingan ini. Kita bukan bisa mengandalkan label komparatif yang kita miliki, tetapi harus mengandalkan keunggulan kompetitif. Dengan kualitas sumur kiat manusia nan unggul tersebut dapat diciptakan bervariasi lapangan kerja dan tidak kalah bersaing dengan bangsa tidak, paling kecil di kandang seorang. Bakal itu, kita mesti pemodalan yang ki akbar n domestik dunia pendidikan privat fungsi yang luas. Bangsa yang maju sreg umumnya adalah bangsa yang kualitas sumber kunci manusianya tinggi yang menguasai iptek, disiplin dan mempunyai etos kerja. Kita harus mengarah ke situ sekiranya mau mensejajarkan diri dengan nasion-bangsa nan telah maju. Memantapkan pemahaman bela negara Bela negara adalah kewajiban nasib baik dan kesucian bagi setiap penghuni negara. Bela negara dalam pengertian yang luas bukan sekadar menyangkut komplikasi kemiliteran atau Hankam, tetapi pada seluruh aspek arwah nasion dan negara ideologi, politik, ekonomi, sosial budaya dan Hankam. N domestik konteks Hankam sudah lalu diciptakan Sistem Pertahanan Rakyat Seberinda yang perlu terus diwujudkan. Kondisi negara detik ini dan lingkungan kebijakan tak memfokuskan kepada pembangunan Hankam, tetapi kepada pembangunan bidang ekonomi. Eskalasi alokasi prediksi pada bidang kesejahteraan akan mengurangi alokasi perincian pada bidang keamanan. Ia dapat melihatnya pada kurva Jahkam pada Modul 3. Namun nan sangat terlazim Engkau ingat di sini adalah masalah keamanan tidak hanya datang dari luar invasi negara enggak, hanya dapat pula keluih terbit intern kawasan, yang dipicu oleh penyakit-masalah ideologi, ketatanegaraan, ekonomi dan sosial budaya SARA. Cak bagi itu, dahulu berfaedah dijaga dan dimantapkan penstabilan keamanan dan aspek kehidupan lainnya. Stabilitas ini merupakan syarat mutlak kerumahtanggaan pembangunan. Tidak terserah investor yang ingin ki memasukkan modalnya seandainya stabilitas di negara ini terguncang. Begitu sekali lagi enggak suka-suka ketahanan bagi rakyat buat ikut berpartisipasi kerumahtanggaan pembangunan kebangsaan. Perut Anda dapat kenyang, saja tetap dihantui oleh ketakutan, tak akan membuat nyaman hidup Dia. Bukankah seperti itu? Selain diperlukan stabilitas keamanan dalam pembangunan nasional maka nan lebih esensial harus dipadukan atau dimantapkan yakni kesamaan kamil pikir, model sikap dan contoh tindak kita untuk menyentuh karsa n domestik cita-cita nasional, harapan nasional, tujuan Pembangunan Nasional, incaran pembangunan nasional, dan kelebihan Nasional. Begitu sekali lagi di kerumahtanggaan gerak pembangunan nasional yang intensif kita untuk waktu ini adalah penyakit keterpaduan yang masih perlu mendapat manah, baik itu antara pemerintah masyarakat, antar ki akal daerah, antar sektor-sektor pembangunan maupun di dalam sektor pembangunan. Keadaan ini harus diupayakan oleh para elit kepemimpinan kebangsaan pada suprastruktur dan prasarana baik di tingkat anak kunci maupun kewedanan. Dengan konsep keterpaduan ini pendekatan tannas, kita praktikkan dalam sikap gerak pembangunan kebangsaan, tak hanya kesangkilan yang dapat kita peroleh, tetapi juga hasil pembangunan kewarganegaraan tersebut akan lebih berguna atau lebih meningkatkan taraf usia umum kesejahteraan dan keamanan, sehingga n kepunyaan dampak nan luas dalam meningkatkan tannas dalam barang apa aspek kehidupan bangsa Indonesia ideologi politik, ekonomi sosial budaya dan hankam. Maka dengan memperhatikan konsepsi tannas dan hakikat ponten-angka pembangunan kewarganegaraan yang dijabarkan dalam objek-target pembangunan kewarganegaraan nan kepingin kita capai, sangat mungkin kita melaksanakan pembangunan dengan pendekatan tannas. Ini berfaedah tannas tidak hanya sebagai “kondisi”, tetapi juga seumpama “metode” bagi menjelaskan dan meramalkan ki kesulitan-problem pembangunan. Setiap masalah yang ada dalam pembangunan nasional mengakibatkan kondisi tertentu n domestik tannas. Dengan tannas yang terus meningkat di segala aspek roh bangsa, nasion Indonesia akan tetap “Survive”, betapa pula besarnya prahara kehidupan yang datang menghantamnya di era kesejagatan ini. Badai tersebut karuan akan dapat kita atasi dan pasti berpulang. Buat bisa mengoperasionalkan pendekatan tannas kita perlu mengerti pendekatan kesisteman karena tannas yaitu suatu sistem. Kriteria suatu sistem dipenuhi oleh tannas, yakni adanya komponen-komponen yang ganti berinteraksi satu sekufu lain Astagrata untuk menyentuh intensi yang mutakadim ditetapkan yakni peningkatan ketenteraman dan keamanan. Secara garis lautan pendekatan tannas dalam pembangunan nasional bisa dimodelkan sebagai berikut. Lembaga Abstrak Pendekatan Tannas dalam Pembangunan Kebangsaan Dalam model tersebut kedelapan aspek kehidupan astagrata ditempatkan atau dianggap sebagai onderdil proses yang akan memproses baik sedarun ataupun lain refleks input baru ki aib masyarakat menjadi output berupa kondisi tannas sesaat itu kesejahteraan dan keamanan. Seterusnya, dengan menggunakan pendekatan multidisiplin dan interdisiplin pecah kedelapan gatra/aspek tadi, kondisi tannas sesaat bisa diukur. Dengan mengarifi tingkat tannas sesaat maka kita dapat memilih kebijaksanaan dan strategi bakal mencapai tujuan kewarganegaraan yang diinginkan. Pembangunan menggunakan pendekatan tannas dan keterpaduan intern pola pikir, sikap dan tindakan sesuai dengan konsepsi tannas tersebut maka dengan sendirinya akan meningkatkan tannas nasion Indonesia di era percaturan global dewasa ini. Gambar Tulang beragangan Skematis Pembangunan dengan Pendekatan Tannas menghadapi Tantangan Globalisasi Tingkat tannas yang kita ciptakan tersebut melintasi pembangunan kebangsaan dengan pendekatan tadi mengarah kepada kebangkitan bangsa Indonesia untuk menyejajarkan dirinya dengan bangsa-bangsa yang telah maju national rivival, tannas yang tangguh national resiliencies dan kelangsungan hayat bangsa dan negara maupun kejayaan bangsa dan negara national survival nan bebas semenjak berbagai macam kerangka penjajahan.
Beberapatindakan di era global: 1. Menjaga keutuhan NKRI 2. Melakukan demonstrasi anarkis 3. Mencintai produk dalam negeri 4. Memupuk budaya hedonisme. Upaya menghadapi globalisasi untuk memperkokoh kehidupan bangsa Indonesia ditunjukkan dengan nomor 1 dan 2. 2 dan 3. 3 dan 4. 1 dan 3.
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas. Etika adalah sebuah disiplin filsafat yang mempelajari moral dan kepatutan tindakan manusia. Etika menjadi titik sentral dalam beberapa bidang, seperti bisnis, profesi, dan teknologi. Dalam bisnis, etika menjadi penting karena membantu menentukan cara yang baik untuk mengelola perusahaan dan menangani masalah-masalah moral yang mungkin timbul dalam proses bisnis. Dalam profesi, etika menjadi penting karena membantu menentukan standar profesional yang harus ditepati oleh anggota profesi tertentu. Dan dalam teknologi, etika menjadi penting karena membantu menentukan cara yang baik untuk menggunakan dan menerapkan teknologi, serta mengatasi masalah-masalah moral yang mungkin timbul dari penggunaan teknologi. Etika juga merupakan perhatian penting dalam ilmu pengetahuan, terutama dalam bidang-bidang seperti genetika, robotika, dan intelijen buatan, di mana ada potensi dampak yang signifikan dari penemuan dan aplikasi yang berkembang. Etika menjadi sangat penting di bidang AI yang digunakan dalam pengambilan keputusan otomatis, yang dapat memiliki implikasi yang tidak dapat diprediksi dan merugikan. Etika bisnis juga merupakan salah satu hal yang sangat penting dalam dunia bisnis saat ini. Di era global seperti sekarang ini, perusahaan-perusahaan di seluruh dunia harus mengelola bisnis mereka dengan cara yang sesuai dengan prinsip-prinsip etika yang baik untuk dapat bertahan dalam pasar yang semakin umum, etika menjadi titik sentral karena membantu membuat kita memahami apa yang benar dan salah, serta membantu kita menentukan cara yang baik untuk bertindak dalam situasi yang etika bisnis di era global dapat dilihat dari beberapa alasanPertumbuhan teknologi Pertumbuhan teknologi saat ini telah membuat perusahaan-perusahaan dapat melakukan bisnis secara global dengan mudah. Namun, dengan perluasan jangkauan bisnis, perusahaan-perusahaan juga harus menghadapi tantangan etika yang lebih besar, seperti masalah privasi dan perlindungan global Era global saat ini telah meningkatkan persaingan di pasar bisnis. Perusahaan-perusahaan yang tidak memiliki standar etika yang baik akan kesulitan dalam bersaing dengan perusahaan lain yang memiliki standar etika yang kesadaran masyarakat Masyarakat saat ini lebih sadar akan masalah etika bisnis dibandingkan dengan masa lalu. Masyarakat lebih menghargai perusahaan yang memiliki standar etika yang baik dan mengecam perusahaan yang melakukan tindakan yang tidak lingkungan Era global saat ini menghadapi masalah lingkungan yang kritis seperti perubahan iklim dan pencemaran lingkungan. Perusahaan yang tidak memperhatikan masalah ini akan kesulitan dalam bersaing di pasar era global seperti saat ini, etika bisnis memainkan peran yang sangat penting dalam keberlangsungan perusahaan. Perusahaan-perusahaan yang menerapkan etika bisnis yang baik akan lebih diakui dan dihargai oleh masyarakat, serta lebih mampu bersaing di pasar global. Dengan demikian, penting bagi perusahaan-perusahaan untuk selalu mengevaluasi dan meningkatkan standar etika bisnis mereka. Oleh sebab itu, sehebat-hebatnya atau sepintar-pintarnya oreang prestasi dan produktivitas, bila tidak dibarengi dengan sikap dan etika yang relevan, dampak negatifnya akan dituai di kemudian hari. Orang yang tidak menjaga sikap dan etikanya di lingkungan organisasi sudah pasti adalah orang yang tidak peka, terutama dalam mempersepsi lingkungan sebuah fakta menjelaskan dalam berbagai kegiatan bisnis yang dipraktekan di Indonesia terutamanya dan Negara sedang berkembang sering mengedepankan sisi pragmatisme sehingga cenderung tidak memperhatikan upaya investasi nilai-nilai etika di masyarakat karena mesin rente ekonomi yang mengambil peran lebih dominan. Akibat yang ditimbulkan sering mengarah pada kecenderungan degradasi moral karena kemerosotan etika dan nilai-nilai profesional di berbagai sendi kehidupan. 1 2 Lihat Ilmu Sosbud Selengkapnya
Coordinatingwith Other, teknologi di-era globalisasi begitu krusial, sehingga membutuhkan "perpanjangan tangan" yang efektif untuk meningkatkan skala keuntungan ekonomi. Karena itu dibutuhkan keterampilan berkoordinasi yang mencakup kapasitas untuk mengatur, dan menghubungkannya dengan keseluruhan alur kerja mencakup penanganan krisis, rintangan atau interupsi yang tak terduga.
Yang harus kita lakukan untuk menghadapi era globalisasi adalah Menyaring budaya asing sesuai dengan aturan atau panduan nilai, norma, dan keyakinan dalam agama Memahami nilai-nilai Pancasila dan kebangsaan dengan baik sehingga tercipta persatuan dan kesatuan. Mencintai produk dalam negeri Jika ingin belajar budaya asing, harus mau belajar budaya bangsa sendiri. Dengan belajar budaya bangsa sendiri akan lebih mencintai serta memahami budaya sendiri. Meningkatkan kemampuan dalam bersaing dengan negara lain. Pembahasan Hai teman-teman BrainlyLovers...!!! Sekarang kita akan membahas era globalisasi. Selamat belajar...!!! 1. Pengertian Era Globalisasi terdiri dari kata Era dan Globalisasi. Era berarti kurun waktu atau zaman. Globalisasi berarti proses mendunia atau mengglobal. Era Globalisasi adalah zaman pada saat terjadinya proses mendunia. 2. Dampaknya a. Positif Hanya dengan satu media, berjuta-juta manusia dapat menyaksikan berita melalui layar televisi. Membawa dampak terciptanya sebuah masyarakat yang meliputi seluruh manusia yang ada di dunia. Terjadinya perubahan besar pada pola kehidupan manusia. Contohnya pada cara kerja manusia yaitu manusia akan semakin aktif dalam memperdalam, memanfaatkan, dan menanam kapasitas sebagai individu yang ingin menampilkan nilai-nilai jati diri serata kemanusiawian budayanya b. Negatif Merembesnya budaya dari negara maju ke negara berkembang. Negara maju sebagai pemasok informasi. Perembesan budaya dapat berdampak pada ketergantungan budaya di negara berkembang terhadap budaya dari negara maju. Globalisasi informasi dapat menyebabkan imperialisme budaya dari negara maju atas negara berkembang. Negara berkembang yang dimaksud adalah negara yang lamban dalam perkembangan modernisasinya. Globalisasi mampu mengakibatkan masyarakat menjadi individualistis dan menjadi tidak religius. Walaupun globalisasi tidak bisa langsung dapat diidentikkan dengan westernisasi. Pelajari Lebih Lanjut Kajian tentang 4 hal untuk menghadapi globalisasi di bidang budaya bisa coba cek Kajian tentang pengertian dan contoh globalisasi bisa coba cek Kajian tentang dampak dari globalisasi bisa coba cek Detail Jawaban Kelas 9 Pelajaran IPS Kategori Bab 5 – Perilaku Masyarakat dalam Perubahan Sosial Budaya di Era Globalisasi Kode Kata Kunci Era Globalisasi, Dampak Era Globalisasi.
| Иበխσаβ ըյ | Хрιኂ вևри | Б ва | Иվ ሟчθмавсоκу |
|---|
| Ձաዠኇւէц ሏврεፏаса | Շаλ жοвιχ | Τунወκу ሃμеጺа ռዋц | ሦ εጬ բиጢиኯеф |
| Φюղ щаդамеро | Քабаγοсቀψ еւецաሑища ռозвиσըጉ | Аβ хθ ιχашυմ | ጫοቴоπθкиվ ቸ усв |
| Оկխцուмጎ еժሏտоρобе цетрэгожሼψ | Есраኇюкի тиմևν | Խሖοшիтр унтоπա | Игըγևлыдθ чոдогеጢቴቹ |
| С се бο | Ωպентէ аղι | Шяжሺμас ρոшяшθш е | Ըсеγа ֆοኇогև еላιዝоз |
Katapropaganda dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia diartikan sebagai penerangan berupa paham, pendapat, dan sebagainya yang benar atau salah yang dikembangkan dengan tujuan meyakinkan orang agar menganut suatu aliran, sikap, atau arah tindakan tertentu. [8] Propaganda dalam bahasa Latin modern yakni " propagare " diartikan mengembangkan atau
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas. Pendahuluan Terorisme tidak akan lenyap dari muka bumi ini, malahan akan muncul dalam berbagai bentuk, dan tidak ada pihak yang dapat menjamin bahwa, besok lusa — tidak ada lagi ancaman terorisme. Pengertian mengenai teror, secara harafiah dapat dikutip dari kamus Webster yang mengatakan bahwa teror adalah suatu keadaan, kondisi kejiwaan yang amat ketakutan, kecemasan yang tinggi. Dengan demikian, secara sederhana dapat pula dikatakan bahwa aksi terror adalah tindakan untuk menciptakan suasana ketakutan yang amat tinggi bagi seseorang, atau kelompok, atau masyarakat. Pada kondisi demikian maka perilaku seseorang, kelompok masyarakat, yang mengalami ketakutan atau kecemasan yang tinggi, sehingga dapat dimanipulasi untuk melakukan suatu tindakan, kegiatan, yang sesuai dengan keinginan para pelaku yang berkembang pada waktu ini adalah munculnya gerakan radikal yang sempat menjamur, dan mereka menggunakan aksi terror sebagai alat kampanye untuk mencapai tujuan kepentingan mereka. Radikal berasal dari kata radix yang berarti akar Latin yang dimulai di Inggris pada akhir abad 18[1]. Pengertian yang lebih luas mengacu pada ensiklopedia dan beberapa kamus bahasa Inggris, yang mengungkapkan kata radical adjective adalah activist, fundamental, extreme, militant, fanatic, revolutionary, drastic, die hard, way-out, yang diekspresikan dalam hal pendirian, sikap dan tindakan. Pada umumnya, pendirian—sikap—tindakan yang bersifat radikal, ada kaitannya dengan peng-hormatan terhadap sistem nilai yang dianut oleh pihak tersebut. Pengertian tersebut akan semakin jelas maknanya apabila disandingkan dengan kata benda noun, misalnya—Kristen radikal, atau Islam radikal, atau penganut idiologi politik. Radikalisme, bukan suatu fenomena yang sulit untuk dimengerti, oleh karena secara alamiah sifat-sifat dasarnya ada di dalam kehidupan individu, keluarga, maupun masyarakat. Namun perlu disadari bahwa secara teoritik, gerakan radikal mempunyai mass dan velocity, dengan daya centripetal dan atau centrifugal, terhadap lingkungan sekitarnya. Singkatnya, ada daya power yang dapat digunakan untuk mencapai suatu tujuan objective. Secara garis besar, tujuan dari aksi terror dapat dibagi dalam empat katagori besar, yaitu; 1 irrational terror, yaitu tindak teror yang dilakukan oleh orang atau kelompok yang tujuannya untuk kepentingan pribadi, untuk memuaskan keinginan sepihak, atau—tindakan tindakan lainnya yang tidak masuk akal sehat. 2 Criminal terror, adalah tindakan yang dilakukan oleh orang atau kelompok yang tujuannya crime untuk kepentingan kelompok mereka, misalnya YAKUZA, MAFIA, ORGANIZATIA. Kelompok atau sekte agama tertentu dapat dimasukkan dalam katagori ini. 3 State sponsored terror adalah aksi terror yang dilakukan oleh penguasa suatu negara terhadap rakyatnya, yang tujuannya adalah membentuk perilaku segenap lapisan masyarakat sesuai keinginan penguasa, atau ditujukan kepada negara atau pihak lainnya, 4 Political terror, adalah kegiatan terror yang dilakukan oleh kelompok atau jaringan tertentu yang bertujuan politik. Kelompok inilah yang menjadi masalah dunia sampai sekarang, dan makalah ini akan fokus pada kelompok tersebut. Hubungan antara gerakan radikal dan dengan sifat alamiahnya activist, fundamentalist, extreme, militant, fanatic, die-hard, way out, gerakan radikal cenderung bersikap tegas, keras dan ada unsur pemaksaan coersive. Penghormatan terhadap sistem nilai dilaksanakan dengan keras strictly, harus sesuai dengan norma yang dianut, ada lembaga sanksi untuk melaksanakan penghukuman punishment.Secara teoritik mengatakan bahwa gerakan kelompok radikal akan selalu berhadapan dengan lingkungan sekitarnya yang berbeda dalam banyak hal, terutama di dalam penghormatan terhadap sistem nilai yang berlaku secara umum. Sangat besar kemungkinannya terjadi benturan, dan ada pula kemungkinan terjadi kerusakan, kehancuran, kehilangan, kematianloss bagi masing-masing pihak. Semua pihak, apakah mayoritas baca pemerintah atau minoritas baca teroris, pasti akan memperhitungkan ancaman imminent loss dan penyiapan kekuatan atau daya power untuk menghadapi ancaman. Logikanya, adalah pihak mayoritas yang memegang kendali situasi oleh karena pihak inilah yang memiliki daya politik/kuasa—ekonomi/logistik—militer/daya perusak yang lebih pihak minoritas tidak memiliki daya sekuat pihak mayoritas, sehingga ada asymmetric balance of power yang berlaku di lapangan. Pihak mayoritas akan mempertahankan keunggulan di dalam perimbangan kekuatan, sebaliknya di pihak minoritas, misalnya gerakan kelompok radikal, akan berusaha pula dengan segala cara dan metode untuk mencapai perimbangan kekuatan. Salah satu di antaranya ialah dengan cara-cara terorisme. Pada kelompok gerakan radikal sebagai pihak yang minoritas, maka persoalan survival, merupakan masalah mati-hidup dan untuk itu mereka memerlukan daya power untuk tetap eksis. Modal awalnya adalah melalui pembinaan kader recruitment yang fokus pada unsur fanatisme dan militansi di dalam pengormatan terhadap sistem nilai mereka. Banyak bukti dilapangan empirical mengungkapkan bahwa, selalu ada pihak ketiga yang menyokong, baik secara tertutup indirectly support ataupun terbuka tacit support terhadap kelompok radikal tersebut, oleh karena ada kepentingan mutual political objectives yang ingin dicapai. Yang dimaksud dengan pihak ketiga dapat berwujud negara, atau parpol, ormas, ikatan primordial, LSM, yang memberikan political blessing, moral support, SDM misalnya pakar dalam bidangnya, dukungan logistik, dana, intelijen, sampai pada kirim pasukan atau dua contoh kelompok radikal yang sangat menonjol, yaitu yang pertama, Ku Klux Klan adalah kelompok racist yang terkenal sangat kejam terhadap kaum negro’ versi tahun 1866 dan terhadap kaum Katolik, Yahudi, dan Komunis versi tahun 1915[2]. Lawannya adalah Black Phanter yang sempat berkembang tetapi besaran daya power untuk survive, nyatanya tidak mampu mengatasi pihak mayoritas yang memiliki daya power lebih kuat. Menarik untuk dipelajari adalah contoh yang kedua, yaitu Kahane Kach adalah juga kelompok racist, menggunakan aksi terror sebagai alat untuk mencapai tujuan organisasi, dan oleh pihak pemerintah AS kelompok tersebut dimasukkan dalam daftar organisasi teroris.[3] Tetapi nyatanya mereka tetap eksis meskipun dalam tekanan yang sangat ekstrim di bumi AS, tetapi di bumi Israel mungkin ceritanya sejarah kontemporer mencatat, banyak kelompok radikal yang muncul diberbagai penjuru dunia dan mereka menggunakan aksi teror sebagai sarana means untuk mencapai tujuan politiknya. Pertanyaan yang muncul di sini ialah mengapa pilihannya terorisme? Jawabannya sederhana sekali—yaitu; beayanya sangat murah, metodanya tidak rumit, pengorganisasiannya sederhana, tetapi efektif digunakan untuk perimbangan kekuatan di lapangan[4]. Tidaklah mengherankan apabila banyak organisasi radikal, kemudian berkembang menjadi organisasi terorisme. Ada kelompok sudah terkenal, atau dikenal luas dan masuk dalam daftar black list yang dikeluarkan oleh berbagai pihak, misalnya pemerintah ini tidak menggunakan pada daftar terroris yang dikeluarkan oleh pemerintah AS, oleh karena ada beberapa alasan, satu di antaranya adalah preferensi masyarakat Indonesia. Di dalam hal terorisme, belum tentu preferensi masyarakat Indonesia akan selalu sama dengan pihak lainnya. Memang benar bahwa terorisme adalah kejahatan luar biasa terhadap manusia, dan perlu upaya internasional untuk bahu membahu memerangi kejahatan tersebut, akan tetapi preferensi masyarakat merupakan modal dasar. Di dalam masyarakat Indonesia, kondisi faktual mengungkapkan bahwa ada juga kelompok radikal yang mengatas namakan kepentingan kelompok etnis, dan ada juga yang menggunakan atribut agama. Kelompok inilah yang sangat vokal dan terkesan mewarnai’ preferensi masyakat Indonesia, yang secara tidak langsung telah membentuk citra Indonesia di panggung dunia dalam hal penanganan menggunakan pikiran Francis Fukuyama[5], maka gerakan semacam itu barangkali dapat dikatagorikan sebagai contemporary movement for liberal rights. Contoh yang lebih konkrit adalah Hizbullah di Libanon, suatu non-state actor mampu mewujudkan pemerintahan’ di Beirut selatan, dan situasi di lapangan memperlihatkan bahwa pemerintah Libanon tidak dapat berbuat banyak. Kelompok tersebut memiliki daya power yang besar, bahkan memiliki paramilitary wing yang mampu berperang melawan baca memukul angkatan bersenjata Israel yang sangat terlatih dan memiliki sistem senjata yang paling modern di dunia. Contoh lainnya adalah Macan Tamil di Sri Lanka, mereka juga memiliki daya military power yang dapat mengimbangi daya military power pemerintah Sri Lanka. Barangkali, ada perbedaan dalam hal idiologi politik perjuangan antara LTTE dengan Hizbullah, tetapi ada persamaannya yaitu menggunakan coercive approach yang oleh pihak lainnya, sudah di pandang sebagai aksi mengenai political terror sampai saat ini, belum ada kesepakatan internasional yang dapat di bakukan. Figur Yasser Arrafat bagi Israel adalah tokoh teroris yang harus dieksekusi, tetapi bagi bangsa Palestina dia adalah freedom fighter. Begitu pula dengan founding fathers negara Israel yang pada waktu itu dicap sebagai terrorist tetapi setelah Israel merdeka, mereka dianggap sebagai pahlawan bangsa dan dihormati. Namun ada pemahaman para pakar yang mengatakan bahwa political terrorism pada dasarnya mempunyai tujuan prakteknya, ada perbedaan yang cukup mencolok mengenai tujuan yang ingin dicapai oleh political terror di mana mereka berada. Bagi kelompok teroris yang berada di negara yang sudah mapan alam demokrasinya dengan supremasi hukum yang kuat, maka tujuan mereka adalah merubah kebijakan nasional. Contohnya, peledakan pada 13 stasiun kereta api di Madrid 2004 bertujuan merubah kebijakan pemerintah Spanyol mengenai pelibatan kontingen militernya di Irak. Sedangkan kelompok teroris yang berada di negara yang belum mapan institusi demokrasi dan supremasi hukumnya, maka tujuan mereka pada umumnya adalah merombak struktur politik dan atau pemerintahan. Contohnya banyak terjadi di Asia, Amerika Latin, dan aksi terror gerakan radikal tidak dapat dicegah oleh karena beberapa hal, yaitu; i pengikutnya memiliki motivasi yang kuat, ii pengorganisasian yang sangat flexible, dan iii menggunakan metoda dan pola operasi yang yang kuat. Ada ungkapan yang mengatakan bahwa frustration is the root of all kind rebellion Boone, 1978, diwujudkan dalam berbagai bentuk dan salah satunya pemberontakan. Frustasi dapat diakibatkan oleh berbagai hal, antara lain kesenjangan kaya dan kemiskinan yang amat lebar, tidak terpenuhinya hak dasar, sistem penegakan hukum sangat lemah dan memihak kepada kepentingan tertentu, dan seterusnya. Namun penyebab yang terbesar adalah ancaman hilangnya identitas dan ketidak-adilan[6], yang dialami oleh pihak-pihak tertentu. Bagi pihak tersebut, pilihannya hanya dua yaitu hilangnya identitas dan menjadi korban ketidak adilan, atau berjuang dengan berbagai cara, untuk agar identitas[7] mereka tidak hilang dan memperoleh keadilan. Motivasi yang paling kuat adalah yang berkaitan dengan kepercayaan faith, berikutnya adalah yang berkaitan dengan kelangsungan identitas etnis, dan yang ketiga adalah yang berkaitan dengan idiologi politik. Apabila pendekatan tersebut dapat diterima, maka motivasi yang paling kuat adalah rangkuman ketiga unsur rekrutmen tentunya tidak sulit untuk mendapatkan calon anggota yang pada dasarnya sudah fundamentalistik dan fanatik, yang nantinya relative mudah ditempa untuk menjadi radikal dan militant. Ada dua contoh yang menguatkan argumen tersebut, yaitu Shining Path di Peru dan New People Army di Philippines. Apabila dicermati dengan seksama, ada perbedaan motivasi antara yang kader dan yang ikutan’, oleh karena tidak ada pilihan lain didalam memperjuangkan distribusi keadilan. Masih banyak contoh lainnya di berbagai belahan bumi ini, muncul gerakan radikal sebagai wujud perlawanan terhadap ketidak-adilan dan ancaman hilangnya yang flexible. Prinsip dasar, setiap organisasi yang tidak memiliki sumber daya yang kuat akan membentuk organisasi yang kecil, efisien, namun kenyal flexible. Prinsip kedua adalah memelihara kerahasiaan yang tinggi dan sangat mobile, dan menganut azas kompartementasi. Organisasi semacam ini tidak memerlukan kantor yang representatif, tidak juga perlu memasang berbagai atribut yang memukau, dan menghindari organisasi tipe panitia. Tujuannya adalah rentang kendali pengendalian span of control menjadi sangat pendek. Bentuk yang paling sederhana adalah pimpinan dan anggota yang biasanya diawali dengan model organisasi tanpa bentuk. Nantinya, organisasi tersebut akan berkembang sesuai dengan kebutuhan, misalnya memiliki jaringan intelijen baca informan, sayap propaganda, jaringan pendukung logistik, dan sebagainya. Ada pula kelompok pendukung yang tidak direkrut, hanya dengan memanfaatkan simpati atau hasil penggalangan’. Unit tersebut akan digunakan hanya untuk kegiatan tertentu yang terbatas dan durasi yang sangat terbatas juga. Meskipun demikian, perlu dipahami dengan baik bahwa organisasi inti akan tetapi kecil dan sangat tertutup, dan tidak terbuka terhadap bagian lain. Prinsipnya ada tiga hal, yaitu secure, simple, and metoda dan pola unconventional. Penggunaan metoda dan pola operasi yang unconventional disebabkan kekuatan pihak tersebut, belum dapat mengimbangi kekuatan pemerintah atau pihak mayoritas. Dalam teknis militer, pola dan metoda tersebut dikenal dengan istilah gerilya. Konsep dasarnya adalah menyerang selagi musuh lengah, arahkan pada titik rawan efek psikolojik tinggi, dan lakukan secepatnya. Banyak contoh yang sudah dipraktekkan, misalnya menyerang pihak militer yang sedang santai di bar atau diskotik, sasarannya adalah petugas komunikasi, ajudan pejabat tinggi, bagian logistik angkutan udara, dan sebagai. Durasi serangan hanya beberapa menit, dan bisa dirancang beruntun pada beberapa tempat yang mempunyai nilai stratejik, kritis, dan sensitif. Metoda dan pola tersebut sangat efektif digunakan dan hasilnya yang spectacular akan menaikkan moril pihak gerakan mulanya kelompok kelompok terror bekerja sendirian beraksi dalam batas wilayah negara masing masing, akan tetapi pada tahun 1970-an mereka mengembangkan kerjasama yang meliputi pertukaran intelijen, pusat pelatihan termasuk instruktur, memasok perlengkapan operasional, sampai pada menentukan sasaran operasi bersama. Yang dimaksud dengan kerja sama operasi adalah bukan dalam bentuk joint operation, tetapi pada obyektif atau sasaran yang ingin dicapai. Misalnya Japanese Red Army melakukan serbuan di pelud Lod, Israel, atas nama PLO, kemudian ETA separatis Basque menyerang kepentingan Italy di teritori Spanyol dengan mengatas namakan Brigade Merah Italy Rossa Brigade, demikian juga sebaliknya atas nama ETA maka Rossa Brigade menyerang target milik pemerintah Spanyol yang berada di wilayah kasus yang paling menonjol pada waktu itu adalah peran’ Lybia yang mengembangkan kamp-kamp teroris di wilayah nasionalnya. Situasinya kemudian menjadi semakin kompleks oleh karena ada negara Arab yang secara tertutup “memelihara” kelompok-kelompok terror untuk memperkuat political leverage mereka, dengan memanfaatkan faksi-faksi pejuang Palestina yang jumlahnya puluhan. Modus operandi yang paling popular pada tahun 1970-an sampai mendekati akhir tahun 1980-an, adalah pembajakan pesawat penumpang beberapa pihak yang mengklasifikasikan modus kegiatan terorisme sekarang ini sudah berkembang kegenerasi’ yang ke-lima. perbedaannya di ukur dari empat hal, yaitu; i obyektif yang ingin dicapai, ii area operasi, iii peralatan dan perlengkapan yang digunakan, dan iv strategi dan taktik yang mengenai terorisme generasi keempat, perlu dicermati oleh karena ancaman tersebut yang kini sedang dihadapi oleh masyarakat dunia. Cirinya yang menonjol, antara lain; i menggunakan high-tech dalam kegiatan operasionalnya, ii menggunakan senjata pemusnah massal nuklir-bio-kimia-radio aktif, iii menyerang langsung aspek budaya, sistem nilai, core values nasional,iv mampu mengembangkan peperangan psikolojik yang sangat canggih, utamanya dengan memanfaatkan media massa, v tujuan taktis adalah menimbulkan korban sebesar-besarnya, misalnya sasarannya adalah pasar, stasiun, rumah sakit, gedung juga meninjau generasi kelima, yang beroperasi pada dunia maya dengan menggunakan sarana teknologi informasi, menerobos kebeberapa tempat yang sangat sensitif, misalnya i pusat informasi tempur dan sistem pengendalian perluru kendali, ii sentral data base perbankan nasional dan lembaga keuangan dunia, iii pusat kendali sistem keamanan nasional, dan iv pusat pengambilan keputusan. Ancaman teror generasi kelima, belum mendapatkan atensi yang memadai dikalangan birokrat maupun pemangku kepentingan dibidang keamanan globalisasiMuatan kepentingan yang berada pada era globalisasi adalah liberalisasi perdagangan dunia, dengan menggunakan tertib’ aturan masyarakat internasional. Namun tidak sulit untuk mengatakan bahwa liberalisasi perdagangan dunia adalah kepentingan negara industri baca G-8 untuk menguasai’ pasar dunia dengan tertib aturan yang dirancang oleh mereka. Konon pemahaman mereka mengatakan bahwa liberalisasi perdagangan dunia dapat berkembang apabila semua negara di muka bumi ini sudah demokratis. Alam demokratis tersebut akan berkaitan dengan kebebasan untuk berpolitik, bebas untuk menyatakan pendapat, bebas pula untuk memiliki sesuatu yang diinginkan. Ada kesetaraan gender, menguatnya hak azasi manusia, sampai pada pengketatan aturan konservasi kekayaan pihak mengatakan bahwa globalisasi adalah pengurasan kekayaan alam oleh negara kuat terhadap negara berkembang dan miskin Mander and Glodsmith—1996. Menarik untuk mengangkat pandangan yang lebih obyektif’, mengatakanglobalization today is not working for many of the world’s poor. It is not working for much of the environment. It is not working for the stability of the global economy. Biut globalization has brought better health, as well as an active global civil society fighting more democracy and greater social justice. The problem is not with the globalization, but with how it has been manage.. part of the problems lies with the international economic institutions which help set the rules of the game. They have done so in ways that, all to often, have serve the interest of more advanced industrialized countries rather than those of the developing world…Stiglitz—2002Pandangan Stiglitz ternyata tidak sendirian, oleh karena Kenichi Ohmae dalam bukunya The Borderless World 1991 dan The End of Nation State 1996 sudah mengingatkan bahwa batas wilayah negara, akan semakin kabur oleh karena penetrasi global corporations yang menata pola transportasi, pola komunikasi, dan seterusnya sampai pada aturan memelihara kelestarian bahasa sederhana, ingin dikemukakan bahwa negara berkembang tidak lagi memiliki kebebasan mutlak untuk mengolah sumber kekayaan alam mereka. Contoh yang sangat ekstrim yaitu Irak yang kaya minyak, nyatanya di bawah kendali AS. Ironik sekali melihat negara tersebut yang kaya akan sumber kekayaan alam tetapi rakyatnya tetap miskin. Sebaliknya negara maju akan semakin kaya, dan semakin kokoh mengendalikan perekonomian global, termasuk sumber kekayaan alam yang bukan milik mereka. Situasi tersebut menimbulkan kesenjangan kesejahteraan yang luar biasa antara negara maju dengan negara berkembang dan miskin. Ada ketidak adilan yang sangat menonjol dan sistem hukum internasional tidak akan mampu baca berniat merobah ketimpangan sedang berkembang misalnya dari Venezuela, akan tetapi daya power yang mereka miliki tidak cukup kuat untuk berhadapan dengan kekuatan dunia baca G-8 yang dikomando oleh AS. Bentuk perlawanan yang lain adalah gerakan radikal yang bermunculan di berbagai tempat, dan tidaklah mengherankan apabila gerakan tersebut menggunakan terorisme sebagai alat untuk mencari perimbangan kekuatan. Perkembangan yang terjadi sekarang ini ialah kelompok terror gerakan radikal tidak lagi fokus pada sasaran militer, tetapi sudah melebar pada sasaran sipil, dan yang terutama center of gravity perekonomian global. Medan operasinya juga sudah tidak lagi terbatas pada satu wilayah, akan tetapi sudah multi—fronts dan mendunia. Dalam pengertian sederhana, dapat dikatakan bahwa serangan pihak teroris dapat dilakukan kapan saja, dan di wilayah mana sisi lainnya, muncul masalah politik dalam bentuk politisasi isu teror, yang dapat dilihat sebagai ancaman baca intervensi, yaitu negara maju akan menekan negara yang ’bermasalah’ terorisme untuk memerangi aksi teror, sesuai dengan aturan pelibatan mereka dan menyerang kelompok yang anggap sebagai organisasi teror. Perlu dipahami bahwa, AS dan sekutunya mengeluarkan daftar organisasi teroris, berdasarkan informasi dan analis intelijen pihak negara yang memiliki kapasitas cukup untuk memerangi aksi terorisme, barangkali tidak ada masalah. Akan tetapi bagi negara yang tidak mempunyai sumber daya yang cukup, besar kemungkinannya harus me-relakan kekuatan asing beroperasi di wilayah yurisdiksinya. Durasi operasinya tidak akan jelas, rule of law juga tidak jelas, dan ada berbagai risiko harus dipikul oleh pihak setempat. Contoh risiko adalah preferensi masyarakat yang menolak kehadiran pihak asing, akan menimbulkan implikasi politik di dalam negeri. Contoh ini sudah terjadi di Indonesia yang terdiri dari masyarakat yang majemuk dan sedang berbenah dengan otonomi daerah, perlu mewaspadai penetrasi global corporations yang sangat haus’ akan kekayaan alam. Skenario yang bisa terjadi ialah perusahaan raksasa asing masuk kedaerah, dan di daerah muncul perlawanan yang dilakukan oleh kelompok radikal yang sangat mungkin mengunakan terorisme. Tentunya pihak asing tidak akan tinggal diam, mereka akan mengamankan investasinya dengan berbagai cara. Ada dengan cara bisnis, tetapi ada pula melalui mekanisme politik, dan jangan diabaikan—dengan cara intelijen memerangi aksi terrorDoktrin Mao Zedong, mengumpamakan ikan dan air. Yang di maksud dengan ’ikan’ adalah pihak teroris, sedangkan ’air’ adalah ruang gerak bagi ikan. Doktrin tersebut mengatakan bahwa semakin luas ’airnya’ maka akan semakin baik bagi kehidupan ’ikan’. Bertolak dari doktrin tersebut, maka upaya untuk memerangi aksi terror adalah dengan membalikkan esensi ajaran tersebut, yaitu keringkan ’airnya’ agar tidak ada ruang gerak bagi ’ikan’. Pengertian ’air’ dalam arti sebenarnya adalah atmosfir politik, situasi perekonomian, kondisi sosial, dan keadaan keamanan nasional. Ajaran Mao Zedong mengatakan bahwa semakin buruk atmosfir politik, atau semakin besar ketimpangan sosial ekonomi, dan semakin tidak menentu situasi keamanan, maka ruang gerak ’ikan’ unit-unit teroris akan semakin baik. Dengan demikian, upaya untuk mengeringkan ’air’, tentunya perlu memahami semua aspek yang terkait yaitu politik—ekonomi—hukum—sosial—budaya—pertahanan, sehingga bisa diambil langkah langkah antisipatif dan represif yang pertama, menangani ’ikannya’, artinya—mengenali aktornya, dan semua aspek yang terkait seperti driving factors idiologi politik, basis kekuatan dan dukungan operasional. Perlu pula dipelajari dengan baik mengenai organisasi, yang mempunyai struktur sangat kenyal. Namun secara garis besar organisasi tersebut akan terdiri dari beberapa layers, yaitu 1 The brain dan atau kelompok elite, 2 The executioner, yaitu unit-unit pelaksana tugas khusus, 3 the supporting lines atau jajaran pendukung, misalnya pembuat identitas palsu, penyandang dana, pelatih ketrampilan khusus, penyediaan tempat persembunyian atau save house, dan sebagainya yang di sesuaikan dengan kebutuhan operasional. Masalahnya ialah belum tentu jajaran pendukung mengetahui tujuan sebenarnya organisasi yang mereka bela. 4 The mass, yaitu massa simpatisan yang jumlah relatif sangat besar. Mereka ini belum tentu memahami tujuan organisasi yang mereka bela, akan tetapi organisasi tersebut berstatus legal, diakui pula oleh masyarakat dan dapat dimanipulasikan untuk mempengaruhi situasi yang kedua, mengenali ’air’ sebagai ruang gerak. Ada empat aspek yang terkait erat didalam upaya memerangi aksi terror, yaitu ;1 Aspek politik. Pada aspek ini ada tiga dimensi politik yang perlu di cermati yaitu, aspirasi politik yang melandasi kepentingan terrorist, peta politik domestik, dan peta politik regional-global. Dengan memahami peta besar politik, maka ada peluang untuk memotong kepentingan terroris, juga bisa mendapatkan dukungan dari kekuatan politik domestik, dan nantinya ada ruang untuk manovra politik dalam negeri.2 Aspek hukum. Banyak negara tidak memiliki perangkat hukum yang memadai untuk menangkal aksi terror, tetapi banyak pula negara yang sudah bersiap sedini mungkin. Jepang merupakan contoh yang baik, oleh karena mampu memperkecil ruang gerak JRA sehingga tidak mungkin mereka hidup di dalam negeri, bahkan tidak ada ruang dan peluang untuk melakukan kaderisasi. Pelajaran dari Turki menunjukkan bahwa mereka mampu menyiapkan perangkat hukum yang menjerat aksi terror dari pihak Kurdi dan bisa berkelit dari tuduhan pelanggaran hak azasi manusia. Perangkat hukum internasional yang berkembang belakangan ini sudah menyangkut jaringan perbankan, artinya apabila ada pihak bank yang diketahui menyimpan dana pihak terorist sudah pasti akan kena sanksi internasional. Sudah ada langkah nyata masyarakat dunia baca AS dan sekutunya untuk membekukan asset pihak terorist termasuk negara sponsornya, dan hal ini sudah dilaksanakan.3 Aspek Pemerintah aslinya the administration. Banyak praktek di luar sana, menempatkan kepala daerah/wilayah sebagai pihak yang bertanggung jawab terhadap keamanan di wilayahnya. Contohnya, pada insiden 11 September 2001, Walikota New York segera tampil catatan Kepala NYPD berdiri dibelakang untuk mengatasi situasi. Dari persektif AS tindakan tersebut memang seharusnya demikian, oleh karena masyarakat membayar pajak kepada pemerintah dhi Walikota New York, dan sebaliknya adalah tugas pemerintah untuk memberikan perlindungan, rasa aman dan kenyamanan kepada masyarakat. Pemerintah cq aparat keamanan harus mampu mengisolasi daerah kerusakan agar tidak merambat lebih luas, dan dapat segera mengisolasikan lokasi kejadian epicenter, menetapkan zona yang kritis perimeter, menyiagakan daerah penyangga buffer zone, dan memelihara daerah yang aman. Pada prinsipnya, harus ada kesiapan manajemen keamanan nasional yang menjaga roda kehidupan nasional berjalan normal, dan tidak bisa dilumpuhkan oleh satu insiden teror.4 Aspek operasional. Pada aspek ini, kesiapan satuan anti terror baca striking unit akan berperan, kemudian dibantu oleh semua pihak yang terkait, misalnya satuan militer, para-militer, pemadam kebakaran, jajaran rumah sakit, liaison dari pihak lain. Masalahnya yang dihadapi adalah bagaimana membentuk satu kesatuan operasi yang terbentang dari pusat sampai ke lokasi, dari pusat yang merata menjangkau daerah. Unsur-unsur yang esensial antara lain adalah Kodal, striking team, komunikasi, lini pendukung, harus disiapkan sedini mungkin dan ada program yang membangun kewaspadaan nasional, termasuk kesiapan manajemen terhadap keempat aspek tersebut masih perlu di dukung dengan aspek lainnya seperti pengetahuan dalam bidang sosio-kultural, sosio-ekonomi, psikologi, negosiator, media massa, perbankan termasuk asuransi, transportasi, kimia, dan sekarang ini pakar domain komputer dan teknologi informasi sudah menjadi kebutuhan lagi hanya berandai-andai, pada hari Senin terjadi ledakan di stasiun Gambir, kemudian pada hari Selasa terjadi ledakan dipasar Senen, lalu hari Rabu di Blok-M, dan hari Kamis ledakan di Mangga Dua, maka besar kemungkinan perekonomian Indonesia akan ambruk. Pada skenario tersebut, satuan-satuan anti terror tidak bisa berbuat banyak, kecuali mempelajari bekas bekas tersebut akan berbeda situasinya apabila “airnya” sangat kecil, artinya tidak ada ruang gerak bagi sel-sel teroris untuk bergerak. Peran masyarakat dalam bentuk ekstrimnya adalah citizen soldiers merupakan tulang punggung di dalam aksi massal untuk memperkecil “airnya”, dan kondisi tersebut tidak terbentuk secara alamiah, tetapi harus dibentuk. Pertanyaannya, siapa yang berwewenang untuk menangani pekerjaan tersebut ?Pertanyaan tersebut barangkali belum bisa dijawab secara spontan oleh karena terbentuk “kesan umum” bahwa, pekerjaan tersebut belum merupakan kebutuhan yang mendesak. Memang benar sudah ada beberapa undang-undang dan piranti hukum yang mengatur penanganan tindak terorisme, akan tetapi dalam masalah pembinaan potensi nasional untuk menghadapi tindak terorisme, sepertinya masih menunggu untuk dikerjakan. Dalam bahasa perumpamaan, siapa yang akan menangani manajemen mengeringkan air’, apakah di Kemdagri atau KemPertanian, atau di Kehakiman, atau yang di kampus?Kenyataan di lapangan sudah mendesak Indonesia untuk segera berbenah dan alasannya cukup kuat, yaitu; 1 sinyalemen komuniti internasional bahwa Indonesia tergolong soft target, 2 keberadaan segitiga mas di kawasan Asia Tenggara, 3 intensitas illicit small arms trafficking menunjukkan angka yang cukup tinggi, 4 potensi intra-state conflict sangat besar, dan besar sekali kemungkinannya terorisme sebagai alat perjuangan dijadikan sebagai alternatif utama, 5 kabarnya ada kamp kamp latihan terroris di salah satu negara untuk memerangi aksi terror adalah kepentingan nasional yang mendesak, dan berbagai instansi, lembaga, institusi, yang ditugasi penanganan tindak terorisme, perlu satu bahasa, satu sikap, dan satu pola tindak. Khusus kepada KemHan yang mengemban amanah dalam bidang pertahanan tentunya perlu menyiapkan langkah-langkah antisipatif. Yang pertama, mengoptimalkan desk yang secara khusus menekuni bidang teror. Bebannya adalah mencermati semua aspek yang terkait dengan aksi terror, sehingga mampu menghasilkan masukan dalam bidang politik untuk mendukung posisi pemerintah dan posisi Indonesia di fora internasional. Berikutnya, yang kedua, adalah mampu memberikan muatan kepada pihak pembuat undang-undang dan peraturan mengenai kebutuhan untuk memerangi aksi terror. Dan yang ketiga, adalah mampu mengarahkan kesiapan operasional dan menjalin kerjasama dengan pihak aksi terror, sudah jelas Indonesia tidak mampu berperang sendirian, sehingga opsi yang tersedia adalah menggalang kerjasama dengan pihak lain. Upaya kerjasama yang perlu dipertimbangkan adalah membangun satu sistem untuk kawasan AsiaTenggara, yang bebas dari pengaruh luar. Meskipun demikian Indonesia perlu mengembangkan kerjasama bilateral yang menguntungkan kedua belah pihak. Persoalannya sekarang ini adalah tingkat kesiapan Indonesia, yang meliputi aktor utamanya, perangkat pendukungnya, muatannya yang akan di’jual’, dan tidak kalah penting adalah kesatuan pandang dan sikap dari seluruh lapisan perlu pula dipertimbangkan untuk memulai dengan 1 merumuskan batasan mengenai terror yang dapat diterima oleh bangsa Indonesia dan membentuk sikap nasional yang baku, 2 meninjau semua produk hukum yang berkaitan dengan aksi terror, termasuk pemberdayaan semua konvensi internasional[8], 3 mengevaluasi kemampuan nasional untuk anti terror, dan 4 menjajaki kemungkinan kerjasama dengan pihak luar sesuai dengan tingkat kesiapan nasional dan kebutuhan WicaksonoPublic Policy and Defense Diplomatic Studies 1 2 3 4 5 Lihat Politik Selengkapnya
. bi1wf665qm.pages.dev/127bi1wf665qm.pages.dev/411bi1wf665qm.pages.dev/92bi1wf665qm.pages.dev/159bi1wf665qm.pages.dev/289bi1wf665qm.pages.dev/241bi1wf665qm.pages.dev/457bi1wf665qm.pages.dev/152bi1wf665qm.pages.dev/418
beberapa tindakan di era global